Public Perception of the Environmental Impact of the Ngudi Mulyo Collective Cattle and Goat Pen in Sleman

Main Article Content

Safira Yunika Rahma
Johan Danu Prasetya
Rinanda Amalia Putri
Desinta Astuti
Alfasya Viola Pramudya

Abstract

The increasing population density in peri-urban areas has encouraged a transition from individual livestock keeping to collective livestock housing as a strategy to manage land limitations and reduce environmental disturbances. This study aimed to examine community perceptions of the environmental, social, and economic impacts of the Ngudi Mulyo Collective Cattle and Goat Pen in Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Special Region of Yogyakarta, Indonesia. A mixed descriptive method combining quantitative and qualitative approaches was employed through structured interviews, field observations, and respondent scoring. Data were collected from eight residents living within 5–200 meters of the livestock facility, selected using purposive sampling. The assessment covered air, water, and soil pollution, sanitation awareness, waste management, social impacts, and economic benefits. The results showed that perceived air pollution disturbances were low, as residents occasionally experienced unpleasant odors but did not consider them disruptive to daily activities. Perceived water and soil pollution impacts were very low, while community understanding of sanitation and environmental waste management was very high. All respondents reported no social conflicts associated with the facility and acknowledged the economic benefits of livestock farming, particularly the utilization of solid livestock waste as organic fertilizer and the role of cattle as a form of household savings. These positive perceptions were influenced by the community’s agrarian background and the collective housing system, which concentrates livestock activities and facilitates waste management compared with individual backyard pens. Nevertheless, challenges remain in managing liquid waste and sustaining biogas technology due to limited technical capacity and insufficient collective maintenance. This study concludes that the Ngudi Mulyo collective pen is generally well accepted by the surrounding community and offers environmental management and economic benefits. Strengthening institutional capacity, providing continuous technical assistance, and developing practical liquid-waste treatment technologies are recommended to support sustainable community-based livestock farming in peri-urban areas.

Article Details

How to Cite
Rahma, S. Y., Prasetya, J. D., Putri, R. A., Astuti, D., & Pramudya, A. V. (2026). Public Perception of the Environmental Impact of the Ngudi Mulyo Collective Cattle and Goat Pen in Sleman . Tech : Journal of Engineering Science, 2(2), 355–371. Retrieved from https://jurnal.sinesia.id/index.php/tech/article/view/867
Section
Articles
Author Biographies

Safira Yunika Rahma, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta, Indonesia

Safira Yunika Rahma, lahir di Bantul, 20 Juni 2004, seorang mahasiswa aktif yang sedang menempuh perkuliahan semester 6 di Jurusan Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi, UPN “Veteran” Yogyakarta. Mahasiswa yang memiliki minat dalam bidang penanggulangan kebencanaan.

Johan Danu Prasetya, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta, Indonesia

Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN "Veteran" Yogyakarta

Rinanda Amalia Putri, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta, Indonesia

Rinanda Amalia Putri, lahir di Sleman, 11 Desember 2004, merupakan mahasiswa aktif semester 6 Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi, UPN "Veteran" Yogyakarta. Memiliki minat dalam bidang teknik dan pengelolaan sumber daya air.

Desinta Astuti, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta, Indonesia

Rinanda Amalia Putri, lahir di Sleman, 11 Desember 2004, merupakan mahasiswa aktif semester 6 Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi, UPN "Veteran" Yogyakarta. Memiliki minat dalam bidang teknik dan pengelolaan sumber daya air.

Alfasya Viola Pramudya, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Yogyakarta, Indonesia

Alfasya Viola Pramudya, lahir di Sleman, 6 Februari 2005, merupakan mahasiswa aktif semester 6 Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral dan Energi, UPN "Veteran" Yogyakarta. Memiliki minat dalam bidang Biologi Lingkungan.

References

Anindyasari, D., & Muzaqi, K. (2023). Tingkat Pengetahuan Peternak dan Persepsi Masyarakat Terhadap Jarak Kandang Dengan Pemukiman di Peternakan Aufa Wijaya Farm. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 6(2), 54-62. https://doi.org/10.30872/jpltrop.v6i2.11212

Astuti, F., Fatimah, I., Silvia, L., Purwaningsih, S. Y., & Cahyono, Y. (2024). Pemrosesan Limbah Kotoran Ternak Sapi Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan di Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Sewagati, 8(1), 1188-1194. https://doi.org/10.12962/j26139960.v8i1.810

Azizah, D., Frimawaty, E., & Antriyandarti, E. (2026). Environmental Assessment of Community Readiness for Cattle Waste Management as Needs as an Energy Transition to Climate Change. Environments, 13(4), 1-24. https://doi.org/10.3390/environments13040197

Faoziyah, U., Rosyaridho, M. F., & Panggabean, R. (2024). Unearthing Agricultural Land Use Dynamics in Indonesia: Between Food Security and Policy Interventions. Land, 13(12), 1-29. https://doi.org/10.3390/land13122030

Gunawan, Rahmawati, & Amir, D. (2024). Penerapan Konsep Green Economy untuk Meningkatkan Nilai Ekonomi Ternak Sapi Desa Sekrak Kiri Aceh Tamiang. Jurnal Vokasi, 8(1), 1-9. http://dx.doi.org/10.30811/vokasi.v8i1.4646

Hasanah, U., Nugroho, T. R. D. A., & Ariyani, A. H. M. (2024). Motivasi Peternak Sapi Potong Madura Pada Kelompok Tani Rahayu di Desa Samatan Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 27(1), 51-67. https://doi.org/10.22437/jiiip.v27i1.31524

Kurniasani, B. R. (2023). Pembuatan Pupuk Kompos Padat dari Limbah Kotoran Sapi untuk Meningkatkan Hasil Pertanian di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI), 6(3), 518-522. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i3.4777

Nachida, M., Taquiddin, M., Media, I. G. L., Hermansyah, & Nugroho, M. P. (2022). Perbaikan Manajemen Kelompok Peternak Sapi Berbasis Kandang Kolektif Di Desa Gelangsar Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 5(2), 272-276. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v5i2.1793

Purnomo, S. H., Sari, A. I., & Romadhona, N. D. (2021). Analisis Profitabilitas Peternak Sapi Potong di Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Agrilan: Jurnal Agribisnis Kepulauan, 9(1), 88–100. https://doi.org/10.30598/agrilan.v9i1.1224

Putro, A. Y., Rahmawati, R. Y., & Widyasworo, A. (2024). Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Perah di Kelurahan Klampok Kecamatan Sananwetan Kota Blitar. Aves: Jurnal Ilmu Peternakan, 18(2), 22-32. https://doi.org/10.35457/aves.v18i2.3928

Ramadhan, Y., Kusmayadi, T., Rohayati, T., & Herawati, E. (2024). Persepsi Masyarakat Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Potong di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut. JANHUS: Jurnal Ilmu Peternakan (Journal of Animal Husbandry Science), 8(2), 87-99. https://doi.org/10.52434/janhus.v8i2.4134

Ren, Y., Zhang, R., Zhang, L., Wang, H., Zhang, X., Bai, Z., Ma, L., & Wang, X. (2025). The Characteristics of Key Odorants from Livestock Farms and Their Mitigation Potential: A Meta-Analysis. Atmosphere, 16(9), 1-23. https://doi.org/10.3390/atmos16091097

Said, M., Nugraha, A., & Mansur, M. (2023). Dampak Sosial dan Lingkungan Terhadap Keberadaan Peternakan Sapi Potong (Studi Kasus CV. Suka Maju). Jurnal Peternakan Lokal, 5(2), 123–134. https://doi.org/10.46918/peternakan.v5i2.1883

Sofyan, A. N., & Adi, I. R. (2024). Pemberdayaan Pengolahan Limbah Kotoran Sapi oleh Kelompok Obor Desa Organik (ODOS) di Desa Sukajaya, Jawa Barat. Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH), 4(12), 1073-1085. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v4i12.31787

Sukamta, S., Shomad, M. A., & Wisnujati, A. (2017). Pengelolaan Limbah Ternak Sapi Menjadi Pupuk Organik Komersial di Dusun Kalipucang, Bangunjiwo, Bantul, Yogyakarta. Berdikari: Jurnal Inovasi dan Penerapan Ipteks, 5(1), 1-10. https://doi.org/10.18196/bdr.5113

Suyitman, S., Warly, L., & Hellyward, J. (2019). Pengelolaan Peternakan Sapi Potong Ramah Lingkungan. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 2(3. a), 159-176. https://doi.org/10.25077/jhi.v2i3.a.239

Ushimaru, S., Iwata, R., Amrullah, E.R., Utami, A.W., Ishida, A. (2024). Which Households Raise Livestock in Urban and Peri-Urban Areas of Eight Developing Asian Countries?. Agriculture, 14(3), 1-14. https://doi.org/10.3390/agriculture14030443

Wahyuni, E., & Santoso, D. (2023). Dampak Lingkungan dan Keberlanjutan Peternakan Ayam Ras Pedaging Pola Kemitraan. Agrikultura, 34(2), 237–254. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v34i2.46783

Zaenal, H. M., & Khairil, M. (2020). Sistem Manajemen Kandang pada Peternakan Sapi Bali di CV Enhal Farm. Jurnal Peternakan Lokal, 2(1), 15-19. https://doi.org/10.46918/peternakan.v2i1.831

Zuroida, R., & Azizah, R. (2018). Sanitasi Kandang dan Keluhan Kesehatan pada Peternak Sapi Perah di Desa Murukan Kabupaten Jombang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 10(4), 434–440. https://doi.org/10.20473/jkl.v10i4.2018.434-440