Relasi Sosial-Ekologis Masyarakat Pesisir Dalam Menanggapi Tantangan Keberlanjutan Sumber Daya Laut Di Desa Saria, Halmahera Barat

Isi Artikel Utama

Yullin F. Lololuan
I Putu Putra Wira Sarwa Yudha

Abstrak

Pulau Halmahera memiliki potensi sumber daya pesisir yang tinggi, termasuk sektor perikanan yang menjadi penopang utama ekonomi masyarakat. Desa Saria, yang terletak di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, memiliki luas wilayah kurang lebih 5,41 km² dengan jumlah penduduk 709 jiwa. Struktur demografis desa ini menunjukkan keterikatan yang kuat dengan sektor perikanan, tercermin dari 117 penduduk usia produktif (18 tahun ke atas) yang berprofesi sebagai nelayan, atau sekitar 70% dari total angkatan kerja. Penelitian ini bertujuan menggambarkan hubungan antara potensi sumber daya laut dan kondisi sosial-ekologis masyarakat nelayan di Desa Saria. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui wawancara dengan nelayan dan perangkat desa serta observasi lapangan, penelitian menemukan bahwa aktivitas perikanan tangkap menghasilkan pendapatan yang signifikan, didukung oleh keragaman jenis perahu serta pengetahuan ekologis lokal mengenai pola musim ikan, fase bulan, dan penggunaan rompong. Namun, keberlanjutan sektor ini menghadapi sejumlah kendala, termasuk tidak berfungsinya cold storage, keterbatasan pasokan energi, risiko gelombang tinggi, serta kekhawatiran terhadap potensi pencemaran akibat rencana operasional perusahaan panas bumi di Desa Idamdehe. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan fasilitas perikanan, penyediaan energi yang memadai, dan pengawasan lingkungan yang melibatkan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus mempertahankan stabilitas ekonomi Desa Saria.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Lololuan, Y. F., & Wira Sarwa Yudha, I. P. P. (2026). Relasi Sosial-Ekologis Masyarakat Pesisir Dalam Menanggapi Tantangan Keberlanjutan Sumber Daya Laut Di Desa Saria, Halmahera Barat. Nature : Jurnal Lingkungan Dan Kelautan Internasional, 2(1), 22–36. https://doi.org/10.69836/nature-jlki.v2i1.879
Bagian
Bagian Kebijakan
Biografi Penulis

Yullin F. Lololuan, Komunitas Diskusi dan Kajian Riset, Indonesia

Yullin F. Lololuan, S.Si., CBEc (Carb.) merupakan peneliti dan penulis lokal asal Halmahera yang berfokus pada isu lingkungan, ekonomi biru (blue economy), serta pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Lulusan Sarjana Ilmu Kimia dari Universitas Negeri Manado ini aktif melakukan kajian dan penulisan mengenai potensi sumber daya lokal, ekosistem pesisir, konservasi lingkungan, serta peluang pengembangan ekonomi berbasis sumber daya alam di Pulau Halmahera. Ketertarikannya terhadap isu keberlanjutan diperkuat melalui sertifikasi Certified Blue Economist (CBEc) dan spesialisasi Blue Carbon yang berfokus pada pengelolaan ekosistem pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Selain aktif dalam penelitian dan penulisan, ia juga menginisiasi KieFarm Project sebagai wadah pengembangan inovasi pertanian berbasis potensi lokal. Melalui karya ilmiah dan tulisan populer, penulis berupaya mengangkat potensi serta kekayaan sumber daya Halmahera sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

I Putu Putra Wira Sarwa Yudha, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Indonesia

I Putu Putra Wira Sarwa Yudha merupakan lulusan Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) yang memiliki minat pada bidang sains kebumian, kelautan, dan teknologi berbasis data. Selain aktif dalam kajian geofisika dan kebencanaan, ia juga menaruh perhatian pada pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di sektor kelautan. Kontribusinya dalam bidang penulisan diwujudkan melalui buku Perancangan dan Konstruksi Prototipe Autonomous Tourism Surface Vehicle Varuna Sangha (Guepedia, 2024) yang membahas inovasi wahana permukaan otonom untuk mendukung sektor maritim dan pariwisata. Ia juga turut berkontribusi sebagai penulis dalam buku Dunia Bawah Laut: Wawasan dan Inovasi di Bidang Perikanan dan Kelautan (Nas Media Pustaka, 2024). Melalui penelitian dan penulisan, ia berkomitmen mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Referensi

Abubakar, S., Subur, R., Darmawaty, D., Akbar, N., & Tahir, I. (2019). Kajian Kesesuaian, Daya Dukung, Dan Aktivitas Ekowisata di Kawasan Mangrove Desa Tuada Kecamatan Jailolo Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Enggano, 4(2), 222–242. https://doi.org/10.31186/jenggano.4.2.222-242

Ahmad, Z., Majid, I., & Jaman, H. R. (2014). Kajian Antropogenik Terhadap Pemanfaatan Terumbu Karang di Desa Wosi, Halmahera Selatan (Suatu kajian kerusakan terumbu karang di daerah pesisir Halmahera) (Vol. 3, Number 1).

Akbar, O. N., Marus, I., Haji, I., Abdullah, S., Umalekhoa, S., Ibrahim, F. S., Ahmad, M., Ibrahim, A., Kahar, D. A., & Tahir, I. (2017). Struktur Komunitas Hutan Mangrove Di Teluk Dodinga, Kabupaten Halmahera Barat Provinsi Maluku Utara. In Jurnal Enggano (Vol. 2, Number 1).

Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku Utara. (2024). Volume Produksi dan Nilai Produksi Perikanan Tangkap Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis di Provinsi Maluku Utara. Https://Malut.Bps.Go.Id/Id/Statistics-Table/3/U2k4d1MwcFZjRGhSVVRKaWRHRm5Temw1VURJeFp6MDkjMyM4MjAw/Volume-Produksi-Dan-Nilai-Produksi-Perikanan-Tangkap-Menurut-Kabupaten-Kota-Dan-Jenis-Penangkapan-Di-Provinsi-Maluku-Utara.Html?Year=2024.

Bogdan, R., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theory and Methods (5th ed.). Pearson.

Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

Iftinaan, A. K. J., Prihadi, D. J., Agung, M. U. K., & Wahyuniar, P. (2017). Potensi Sumberdaya Lamun sebagai Penunjang Ekowisata di Pulau Menjangan Besar, Kepulauan Karimun Jawa. In Jurnal Perikanan dan Kelautan (Number 2).

Karakara, A. A. W., Peprah, J. A., & Dasmani, I. (2025). Social resilience and the blue economy: A study on fishermen in coastal communities in Ghana. World Development Sustainability, 7. https://doi.org/10.1016/j.wds.2025.100257

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2023 (2023).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2021 (2021).

Purwanto, E. (2025). Mengenal Halmahera, Pulau Berbentuk K yang Menawan dan Sarat Nilai Sejarah - Kita Indonesia Satu. Https://Www.Kitaindonesiasatu.Com/Lifestyle/Mengenal-Halmahera-Pulau-Berbentuk-k-Yang-Menawan-Dan-Sarat-Nilai-Sejarah/. https://www.kitaindonesiasatu.com/lifestyle/mengenal-halmahera-pulau-berbentuk-k-yang-menawan-dan-sarat-nilai-sejarah/

Puspitasari, D. E. (2018). Klaster Halmahera Diproyeksikan Jadi Percontohan Pengembangan SDA Berbasis Energi Bersih. https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/klaster-halmahera-diproyeksikan-jadi-percontohan-pengembangan-sda-berbasis-energi-bersih?utm_source=chatgpt.com

Ririhena, J. E., Bayau, E., Erbabley, B. Z., & Natan, Y. (2023). Analisis Potensi Sumberdaya Perikanan Tahun 2019-2022 di Pulau Halmahera. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 5, 44–50. https://doi.org/10.30595/pspfs.v5i.702

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016 (2016).

United Nations. (2015). Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development | Department of Economic and Social Affairs. https://sdgs.un.org/2030agenda