Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Identifikasi Tutupan Lahan di Sebagian Kabupaten Bengkulu Utara

Isi Artikel Utama

Ana Ariasari
Deswita Sirait
Boyke Ginting
Purnama Manalu
Tiensi Marpaung

Abstrak

Bengkulu Utara merupakan kabupaten terluas di Provinsi Bengkulu dengan luas 4.481,99 km2 (2023), mencakup 22% dari total luas provinsi (20.130,21 km2). Perubahan tutupan lahan di Bengkulu Utara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pertumbuhan populasi, praktik pertanian, dan kebijakan pemerintah. Pentingnya pengelolaan tutupan lahan yang berkelanjutan di Bengkulu Utara tidak hanya terletak pada aspek lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Cirta satelit adalah gambaran permukaan bumi yang direkam secara digital oleh sensor (kamera) pada satelit penginderaan jauh yang mengorbit di sekitar Bumi. Penginderaan jauh adalah seni atau ilmu untuk mendapatkan informasi tentang objek, area, atau gejala tanpa interaksi. Studi ini menyajikan analisis mendalam mengenai teknik pemantauan perubahan penggunaan lahan, kerangka kebijakan, serta studi kasus di Indonesia, khususnya di Bengkulu Utara

Kata Kunci: Bengkulu Utara, Sistem informasi geografis, Tutupan lahan


Rincian Artikel

Cara Mengutip
Ariasari, A., Sirait, D., Ginting, B., Manalu, P., & Marpaung, T. (2026). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Identifikasi Tutupan Lahan di Sebagian Kabupaten Bengkulu Utara. Nature : Jurnal Lingkungan Dan Kelautan Internasional, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.69836/nature-jlki.v2i1.377
Bagian
Bagian Kebijakan

Referensi

Agata, A. F. 2024. Analisis Permukiman Dan Ketersediaan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi Di Desa Sekuningan Baru Kecamatan Balai Riam Kabupaten Sukamara (Doctoral Dissertation, Universitas Islam Sultan Agung Semarang).

Apriyanti, D. 2021. Dampak Dan Upaya Penanggulangan Terjadinya Abrasi Menggunakan Citra Satelit Studi Kasus Di Wilayah Pesisir Tanjung Benoa Bali. Jurnal Ilmiah Geomatika. 1(1): 39–47

Bode, Christomus, Fabiola B. Saroinsong, Johny S. Tasirin, & Johan A. Rombang. 2015. Analisis Perubahan Tutupan Lahan Di Taman Hutan Raya Gunung Tumpa Menggunakan Sistem Informasi Geografis. https://doi.org/10.35791/cocos.v6i11.8486.

Esau, I. Et Al., 2016. Trends In Normalized Different Vegetation Index (NDVI) Assosiated With Development In Northen West Siberia, Atmospheric Chemistry And Physics.

Halim, A., Et Al. 2022. Infrastructure Development And Environmental Sustainability: A Case Study Of Bengkulu Province. Environmental Science And Policy, 88, 197-206.

Harsya, E. P., Safitri, I., Riniarti, M., Wulandari, C., dan Kaskoyo, H. 2025. Efektifitas Kebijakan Daerah Dalam Pengelolaan Hutan Berbasis Agroforestri. Makila, 19(1), 27-42

Integrated Land Use Management For Sustainable Development In Indonesia. Asian Journal Of Environmental Science, 14(2), 201- 215.

Muhsoni, F. F. 2015. Penginderaan jauh (remote sensing). Madura: UTMPRESS.

Nasiri, F., Et Al. (2022). Comparative Analysis Of Remote Sensing Methods For Land Use Change Detection. Geospatial Research. 10(1), 12-25.

Ramadhani, Y.P., Praktikto, I., Dan Suryono, C.A. 2021. Perubahan Garis Pantai Menggunakan Citra Satelit Landsat Di Pesisir Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Journal Of Marine Research. 10(2): 299–305.

Refrizon, R., Sugianto, N., Dan Bernard, A. 2019. Penentuan Stratigrafi Kecepatan Gelombang Geser (Vs) Di Daerah Rawan Abrasi Kabupaten Bengkulu Utara Menggunakan Metode Multichannel Analysis Of Surface Wave (Masw). Jurnal Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika. 6(2): 15–20.

Talib, A., Dan Kumar, J. 2024. Assessing And Improving The Quality Of Dispersion Images Using The MASW Technique For Ground Exploration. International Journal Of Geomechanics. 24(1).