Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Kenakalan dan Perilaku Berisiko melalui Pendidikan Pencegahan: Studi Berbasis Komunitas di Sekolah Asrama Muhammadiyah Selong

Isi Artikel Utama

Maya Ulyani
Nurmaulia Khotmi
Elisa Sulistia Fitri
Riasari Mardani
Hartiani Hartiani
Yenny Mandala

Abstrak

Masa remaja merupakan fase transisi krusial dalam siklus hidup manusia yang ditandai dengan perubahan biologis, kognitif, dan emosional yang pesat. Secara psikologis masa remaja juga dikenal sebagai periode storm and stress, yaitu masa ketika individu mengalami gejolak emosi akibat perubahan fisik, sosial, dan psikologis yang terjadi secara bersamaan. Sehingga menjadikan remaja kelompok yang rentan terhadap pengaruh lingkungan negatif, yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat mengarah pada berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Kegiatan ini menawarkan kebaruan melalui pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi preventif dengan psikoedukasi dalam pencegahan kenakalan remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian edukasi preventif dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait pencegahan kenakalan dan perilaku berisiko. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan edukasi kesehatan berbasis preventif melalui tatap muka langsung (face to face). Kegiatan ini dilakukan di sekolah Muhammadiyah Boarding School (MBS) Selong, Lombok Timur. Peserta yang hadir terdiri dari 35 peserta didik (remaja) laki-laki dan perempuan serta 2 guru pendmping. Sejak awal kegiatan peserta didik terlihat antusias dan menunjukkan semangat yang tinggi. Hal ini semakin terlihat saat sesi ice breaking sebelum dan sesudah penyampaian materi, dimana siswa terlibat aktif, menciptakan suasana yang interaktif dan menyenangkan. Saat penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab, peserta didik menunjukkan keterlibatan yang sangat aktif, baik dalam mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri dan panitia. Tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab serta keaktifan siswa dalam merespon materi memperkuat temuan bahwa metode edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja terhadap perilaku berisiko.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Ulyani, M., Khotmi, N., Fitri, E. S., Mardani, R., Hartiani, H., & Mandala, Y. (2026). Meningkatkan Pengetahuan Remaja tentang Kenakalan dan Perilaku Berisiko melalui Pendidikan Pencegahan: Studi Berbasis Komunitas di Sekolah Asrama Muhammadiyah Selong. Sinesia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 53–61. https://doi.org/10.69836/sinesia-jcs.v3i1.813
Bagian
Bagian Kebijakan

Referensi

Anggraini, D., & Lestari, S. (2022). Interactive health education in improving adolescent awareness of risky behavior. Journal of Adolescent Health Education, 12(1), 45–56.

Burfeind, J. W., & Bartusch, D. J. (2015). Juvenile delinquency: An integrated approach (3rd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315773792

Casey, B. J., Jones, R. M., & Hare, T. A. (2008). The adolescent brain. Annals of the New York Academy of Sciences, 1124(1), 111–126. https://doi.org/10.1196/annals.1440.010

Dahl, R. E., Allen, N. B., Wilbrecht, L., & Suleiman, A. B. (2018). Importance of investing in adolescence from a developmental science perspective. Nature, 554(7693), 441–450. https://doi.org/10.1038/nature25770

Elisanti, R., & Ardianto, E. (2021). Health education and adolescent behavior change. Journal of Health Promotion, 9(2), 120–130.

Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. Norton.

Fitri, E. S., Khotmi, N., & Kahar, A. (2024). Environmental influences on adolescent deviant behavior. Journal of Social Behavior Studies, 8(3), 210–222.

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.

Hirschi, T. (1969). Causes of delinquency. University of California Press.

Hurlock, E. B. (2011). Developmental psychology: A lifespan approach. McGraw-Hill.

Jessor, R. (2013). Problem behavior theory and adolescent risk behavior. Journal of Adolescent Health, 52(3), 251–257. https://doi.org/10.1016/j.jadohealth.2012.05.010

Khotmi, N. (2023). Psychological aspects of adolescent development. Indonesian Journal of Psychology, 5(2), 88–99.

Mohamad, M., & Mohamad, N. (2014). Risk behavior and adolescent mental health. Asian Social Science, 10(9), 123–130. https://doi.org/10.5539/ass.v10n9p123

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Nurjan, S., et al. (2019). Family-based intervention in reducing juvenile delinquency. Journal of Family Studies, 25(4), 345–360. https://doi.org/10.1080/13229400.2018.1446687

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2009). Human development (12th ed.). McGraw-Hill.

Pender, N. J. (2011). Health promotion in nursing practice (6th ed.). Pearson.

Santrock, J. W. (2012). Adolescence (15th ed.). McGraw-Hill.

Steinberg, L. (2014). Adolescence (10th ed.). McGraw-Hill.

Viner, R. M., et al. (2012). Adolescence and the social determinants of health. The Lancet, 379(9826), 1641–1652. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(12)60149-4

World Health Organization. (2023). Adolescent health. https://www.who.int

Widiawati, D., & Selvi, R. (2022). Student engagement in health education. Journal of Education and Learning, 16(3), 301–310. https://doi.org/10.11591/edulearn.v16i3.20456

Yusuf, M., Ilmiyani, R., & Supiani. (2023). Preventive education in adolescent behavior control. Journal of Health Education Research, 11(2), 98–110.Research, 11(2), 98–110. https://doi.org/10.15294/jher.v11i2.5678