Strategi Glocalization UMKM Industri Kreatif Lokal dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Digital: Studi Kasus Thasya Ethnic Bandar Lampung
Isi Artikel Utama
Abstrak
Globalisasi yang ditandai dengan masuknya tren produk dan gaya hidup asing telah menggeser preferensi konsumsi masyarakat, termasuk di Lampung, sehingga produk industri kreatif berbasis budaya lokal semakin terpinggirkan di pasar domestik. Kondisi ini diperparah oleh ketidakpastian geopolitik global yang memicu perubahan kebijakan operasional seperti Work From Home (WFH), yang secara fundamental mengubah pola konsumsi masyarakat menjadi berbasis digital. Dinamika ini menjadi tantangan serius bagi UMKM industri kreatif lokal yang harus bersaing di tengah tekanan ekonomi yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi adaptasi UMKM Thasya Ethnic di Bandar Lampung dalam merespons perubahan perilaku konsumen dan instabilitas ekonomi tersebut. Menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara langsung, penelitian ini menemukan bahwa Thasya Ethnic melakukan inovasi produk dengan mentransformasi kain tapis menjadi produk fungsional seperti home decor dan fashion modern. Selain itu, perusahaan menerapkan efisiensi operasional melalui sistem produksi rumahan dan pengupahan berbasis output untuk menjaga stabilitas arus kas (cash flow). Namun, ditemukan kendala krusial berupa ketidakkonsistenan promosi digital yang menghambat jangkauan pasar yang lebih luas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara inovasi produk budaya lokal dan optimalisasi pemasaran digital yang berkelanjutan merupakan kunci utama bagi UMKM kreatif untuk bertahan melalui strategi Glocalization, yakni pendekatan yang mengadaptasi nilai lokal agar relevan dan berdaya saing di tengah arus pasar global.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Amiruddin, U., & Mandea, M. (2024). DAMPAK PENDEMI COVID-19 TERHADAP PENDAPATAN ( Studi Pada UMKM yang Bergerak dalam Bidang Usaha Kuliner Bakso ) Kelurahan Bastiong Kota Ternate Jurnal Pendidikan dan Ekonomi ( JUPEK ). 5(2), 12–24. https://doi.org/10.5281/zenodo.12513568
Badan Pusat Statistik, B. P. S. (2022). Perilaku Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19: Hasil Survei Perilaku Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19. 15 Maret. https://www.bps.go.id/id/publication/2022/03/15/5026d1ebbb39697c4d2f280a/perilaku-masyarakat-pada-masa-pandemi-covid-19--hasil-survei-perilaku-masyarakat-pada-masa-pandemi-covid-19.html
Bank Indonesia. (2021). Laporan Perekonomian Indonesia Tahun 2021. https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/LPI_2021.aspx
Crosbie, T., & Moore, J. (2006). Work – life Balance and Working from Home Tr a c e y C r o s b i e a n d J e a n n e M o o r e 1. 612, 223–233. https://doi.org/10.1017/S1474746404001733
Eger, L., Komárková, L., Egerová, D., & Mičík, M. (2021). The effect of COVID-19 on consumer shopping behaviour: Generational cohort perspective. Journal of Retailing and Consumer Services. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2021.102542
Habib, A., & Hasan, M. M. (2017). Social capital and corporate cash holdings. International Review of Economics & Finance, 52, 1–20. https://doi.org/10.1016/J.IREF.2017.09.005
Handayani, R. S., Diva, G. A., Hermansyah, E. N., & Siswati, A. (2025). Transformasi Digital E-Commerce di Era Post-Pandemic: Analisis Tren dan Dampak pada Perilaku Konsumen Indonesia.
Handitya, E. (2023). Bersiasat dalam Kerentanan: Pekerja Kreatif di Masa COVID-19. Lembaran Antropologi, 2(1), 33–52. https://doi.org/10.22146/la.6777
Hidajat, R., Wulandari, S., Astut, Y. N., & Hasyimy, M. A. (2020). PEKERJA SENI YANG TERDAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA SEKTOR INDUSTRI KREATIF DI INDONESIA. Imaji, 19, 122–127.
Howkins, J. (2001). The creative economy : how people make money from ideas. In Peguin Books (p. viii). https://archive.org/details/creativeeconomyh0000howk_k3z2/page/n5/mode/1up
Kalyanaraman, S. (2017). War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft by Robert D. Blackwill and Jennifer M. Harris. Strategic Analysis, 41(6), 591–594. https://doi.org/10.1080/09700161.2017.1377897
Kotler, P., & Keller, K. L. (2012). A framework for marketing. Sloan Management Review, 32, 94–104.
Martini, Arta, D., Prayogi, R., & Riadi, B. (2025). Makna Simbolik Kain Tapis Lampung sebagai Identitas Budaya Lampung. Jurnal Punyimbang, 5(1), 30–36. https://doi.org/10.23960/PUNYIMBANG.V5I1.825
Pantano, E., Pizzi, G., Scarpi, D., & Dennis, C. (2020). Competing during a pandemic? Retailers’ ups and downs during the COVID-19 outbreak. Journal of Business Research, 116, 209–2. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2020.05.036
Purnama, H., Pujiati, A., Dewi, N. S., & Dewi, A. S. (2023). Pelatihan Produk Turunan Tapis Di Bandar Lampung. EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(12), 1438–1442. https://doi.org/10.55681/ejoin.v1i12.2004
Schiffman, G. L., & Kanuk, L. L. (2010). Consumer Behavior. In Pearson.
Setiawan, A. T., Dika Hastanto, Dian Resha Agustina, Adi Permana, & Dewi Tresnawati, D. T. (2025). Augmented Reality Menggunakan Marker Based Tracking Untuk Informasi Sejarah Kain Tapis Lampung. Jurnal Algoritma, 22(1), 1050–1059. https://doi.org/10.33364/algoritma/v.22-1.2261
Sheth, J. (2020). Impact of Covid-19 on consumer behavior: Will the old habits return or die? Journal of Business Research. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2020.05.059
Tatik, T. (2021). Analisis Pengambilan Keputusan Taktis Pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah) Di Masa Pandemi Covid’19. Relasi : Jurnal Ekonomi, 17(1), 165–180. https://doi.org/10.31967/relasi.v17i1.416
Wantoro, W., & Kasmana, K. (2017). Perancangan Font Tapych Berbasis Karakter Visual Motif Tapis Lampung. ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 3(01), 81–91. https://doi.org/10.33633/andharupa.v3i01.1260