Etika Publikasi
PERNYATAAN ETIKA PUBLIKASI DAN MALPRAKTIK PUBLIKASI
Sinesia: Journal of Community Service berkomitmen untuk menerapkan standar tertinggi dalam etika publikasi, integritas penelitian, dan tanggung jawab akademik. Jurnal menerapkan prinsip-prinsip publikasi ilmiah yang bertanggung jawab dan mengacu pada praktik terbaik internasional, termasuk COPE Core Practices (Committee on Publication Ethics).
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses publikasi, termasuk penulis, reviewer, editor, anggota dewan editor, dan penerbit.
Sinesia berkomitmen memastikan bahwa setiap artikel yang diterbitkan merupakan karya yang orisinal, memiliki integritas akademik, dilaporkan secara transparan, memiliki atribusi yang tepat, serta bebas dari plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, kepengarangan yang tidak semestinya, konflik kepentingan yang tidak diungkapkan, dan bentuk malpraktik publikasi lainnya.
1. PRINSIP ETIKA PUBLIKASI
Sinesia berkomitmen untuk:
-
menjaga integritas dan keandalan rekam ilmiah;
-
memastikan proses peer review berlangsung secara adil, objektif, independen, dan rahasia;
-
mencegah plagiarisme, fabrikasi, falsifikasi, publikasi duplikat, manipulasi sitasi, dan bentuk malpraktik publikasi lainnya;
-
menerapkan ketentuan kepengarangan dan kontribusi secara transparan;
-
mewajibkan pengungkapan konflik kepentingan dan sumber pendanaan;
-
menjaga kerahasiaan naskah yang diserahkan dan informasi yang belum dipublikasikan;
-
menyediakan mekanisme koreksi, pencabutan artikel (retraction), Expression of Concern, pengaduan, dan banding;
-
memastikan penelitian yang melibatkan manusia, masyarakat, komunitas, atau kelompok rentan memenuhi persyaratan etika yang berlaku; dan
-
menjaga independensi editorial serta memastikan keputusan publikasi didasarkan pada pertimbangan akademik.
Jurnal dapat mengambil tindakan editorial yang sesuai apabila terdapat dugaan atau bukti pelanggaran etika sebelum maupun setelah publikasi.
2. TANGGUNG JAWAB PENULIS
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa naskah yang diserahkan memenuhi standar akademik, etika, dan integritas penelitian.
Penulis wajib:
-
menyerahkan karya yang orisinal dan belum pernah diterbitkan;
-
tidak mengirimkan naskah yang sama secara bersamaan ke jurnal lain;
-
memastikan bahwa data, hasil, metode, dan informasi yang disajikan akurat dan dilaporkan secara jujur;
-
memberikan sitasi dan pengakuan yang tepat terhadap seluruh sumber yang digunakan;
-
memperoleh izin penggunaan materi yang dilindungi hak cipta apabila diperlukan;
-
mengungkapkan sumber pendanaan penelitian;
-
mengungkapkan setiap konflik kepentingan yang aktual, potensial, maupun yang secara wajar dapat dipersepsikan;
-
memenuhi ketentuan etika penelitian yang berlaku;
-
menyimpan data penelitian dan dokumen pendukung secara memadai apabila diperlukan;
-
segera memberitahukan Editor apabila menemukan kesalahan penting dalam naskah yang telah diserahkan atau artikel yang telah diterbitkan; dan
-
bekerja sama dengan jurnal dalam proses pemeriksaan atau investigasi terkait dugaan pelanggaran etika.
Penulis dilarang melakukan fabrikasi, falsifikasi, plagiarisme, publikasi duplikat, manipulasi sitasi, manipulasi data, atau bentuk malpraktik publikasi lainnya.
3. KEBIJAKAN KEPAKARAN DAN KEPENGARANGAN (AUTHORSHIP)
Sinesia memandang kepengarangan sebagai tanggung jawab akademik yang penting. Seseorang hanya dapat dicantumkan sebagai penulis apabila memberikan kontribusi substantif terhadap penelitian dan terlibat secara memadai dalam penyusunan artikel.
Penulis harus memenuhi prinsip-prinsip berikut:
-
memberikan kontribusi substantif terhadap konsepsi, desain, pelaksanaan, analisis, atau interpretasi penelitian;
-
berkontribusi dalam penyusunan naskah atau melakukan revisi kritis terhadap substansi intelektual penting;
-
menyetujui versi akhir naskah sebelum diterbitkan; dan
-
bertanggung jawab terhadap integritas dan akurasi karya serta bersedia menjelaskan atau mempertanggungjawabkan bagian penelitian yang menjadi tanggung jawabnya.
Individu yang memberikan kontribusi tetapi tidak memenuhi kriteria kepengarangan tidak boleh dicantumkan sebagai penulis dan dapat diberikan pengakuan dalam bagian Acknowledgements apabila sesuai.
Sinesia tidak memperbolehkan:
-
Guest Authorship, yaitu pencantuman seseorang sebagai penulis meskipun tidak memenuhi kriteria kepengarangan;
-
Gift Authorship, yaitu pemberian status penulis karena jabatan, kedudukan, hubungan pribadi, atau alasan lainnya tanpa kontribusi substantif;
-
Ghost Authorship, yaitu tidak mencantumkan individu yang memberikan kontribusi substantif terhadap penelitian atau penulisan.
Seluruh penulis harus menyetujui versi naskah yang diserahkan serta urutan nama penulis sebelum publikasi.
Perubahan daftar penulis setelah naskah diserahkan harus memiliki alasan yang jelas dan memperoleh persetujuan seluruh penulis yang terdampak. Editor dapat meminta konfirmasi tertulis dari seluruh penulis sebelum menyetujui perubahan tersebut.
Apabila terjadi perselisihan kepengarangan yang tidak dapat diselesaikan oleh para penulis, jurnal dapat menghentikan sementara proses editorial sampai masalah tersebut diselesaikan oleh pihak yang berwenang atau institusi terkait.
4. PERNYATAAN KONTRIBUSI PENULIS
Sinesia mendorong penulis untuk memberikan pernyataan mengenai kontribusi masing-masing penulis terhadap penelitian dan artikel.
Kontribusi dapat mencakup:
-
Konseptualisasi;
-
Metodologi;
-
Investigasi;
-
Kurasi data;
-
Analisis formal;
-
Penulisan draf awal;
-
Peninjauan dan penyuntingan;
-
Supervisi;
-
Administrasi penelitian;
-
Perolehan pendanaan; dan
-
Validasi.
Penulis korespondensi bertanggung jawab memastikan bahwa pernyataan kontribusi secara akurat menggambarkan kontribusi setiap penulis.
5. KONFLIK KEPENTINGAN (CONFLICT OF INTEREST)
Konflik kepentingan adalah kondisi ketika hubungan pribadi, profesional, finansial, institusional, akademik, atau hubungan lainnya dapat memengaruhi atau secara wajar dipersepsikan dapat memengaruhi objektivitas penelitian, proses peer review, keputusan editorial, atau publikasi.
Konflik kepentingan dapat berupa:
-
hubungan finansial;
-
hubungan pekerjaan atau konsultansi;
-
pendanaan penelitian;
-
hubungan kelembagaan;
-
hubungan pribadi;
-
persaingan akademik;
-
kepemilikan atau kepentingan kekayaan intelektual;
-
kepentingan organisasi; atau
-
hubungan lain yang dapat memengaruhi independensi dan objektivitas.
Penulis
Penulis wajib mengungkapkan seluruh konflik kepentingan yang relevan pada saat pengajuan naskah.
Apabila tidak terdapat konflik kepentingan, penulis harus menyatakan:
"Penulis menyatakan bahwa tidak terdapat konflik kepentingan dalam penelitian dan publikasi artikel ini."
Reviewer
Reviewer harus menolak atau mengundurkan diri dari proses review apabila memiliki konflik kepentingan yang dapat memengaruhi objektivitas, termasuk hubungan pribadi, profesional, institusional, atau persaingan akademik dengan penulis.
Editor
Editor tidak diperkenankan menangani naskah apabila memiliki konflik kepentingan dengan penulis, institusi, sponsor, atau pihak terkait.
Dalam kondisi tersebut, naskah harus dialihkan kepada editor lain yang independen.
Apabila konflik kepentingan ditemukan setelah publikasi, jurnal dapat menerbitkan koreksi atau pemberitahuan editorial yang sesuai.
6. PENGUNGKAPAN SUMBER PENDANAAN
Penulis wajib mengungkapkan seluruh sumber pendanaan yang mendukung penelitian dan publikasi.
Informasi pendanaan, apabila tersedia, harus mencantumkan:
-
nama lembaga pemberi dana;
-
nomor hibah atau identifikasi proyek jika tersedia; dan
-
peran pemberi dana dalam penelitian.
Apabila penelitian tidak memperoleh pendanaan eksternal, penulis dapat menyatakan:
"Penelitian ini tidak menerima pendanaan eksternal."
Pengungkapan pendanaan tidak memengaruhi keputusan editorial selama naskah memenuhi standar akademik dan etika jurnal.
7. MALPRAKTIK DAN PELANGGARAN INTEGRITAS PENELITIAN
Sinesia menganggap pelanggaran integritas penelitian sebagai bentuk serius dari malpraktik publikasi.
Pelanggaran dapat mencakup:
-
fabrikasi data atau hasil;
-
falsifikasi atau manipulasi data;
-
plagiarisme;
-
self-plagiarism atau penggunaan ulang teks secara tidak tepat;
-
publikasi duplikat atau redundan;
-
manipulasi gambar atau data yang tidak semestinya;
-
manipulasi sitasi;
-
kepengarangan yang tidak benar;
-
konflik kepentingan yang tidak diungkapkan;
-
manipulasi proses peer review;
-
penelitian yang tidak memenuhi standar etika;
-
penggunaan informasi rahasia tanpa izin; dan
-
bentuk lain yang dapat merusak integritas komunikasi ilmiah.
Dugaan pelanggaran dapat disampaikan oleh penulis, reviewer, pembaca, institusi, atau pihak lain yang memiliki informasi relevan.
Jurnal akan melakukan penilaian secara objektif dan rahasia serta dapat meminta bukti atau klarifikasi dari pihak terkait.
Untuk dugaan pelanggaran serius, jurnal dapat berkoordinasi dengan institusi penulis atau lembaga yang memiliki kewenangan dalam integritas penelitian.
8. PLAGIARISME DAN PUBLIKASI DUPLIKAT
Sinesia tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apa pun.
Naskah dapat diperiksa menggunakan perangkat lunak pendeteksi kemiripan atau plagiarisme sebelum maupun selama proses peer review.
Plagiarisme meliputi:
-
menyalin karya pihak lain tanpa sitasi;
-
menyalin bagian substansial karya orang lain;
-
menyajikan gagasan orang lain sebagai gagasan sendiri;
-
menggunakan kembali materi yang telah diterbitkan secara tidak semestinya;
-
self-plagiarism secara substansial; dan
-
menggunakan gambar, tabel, atau materi berhak cipta tanpa izin yang sesuai.
Publikasi duplikat atau publikasi redundan juga tidak diperbolehkan.
Apabila plagiarisme atau publikasi duplikat ditemukan, jurnal dapat menolak naskah atau mengambil tindakan pascapublikasi apabila artikel telah diterbitkan.
9. ETIKA PEER REVIEW
Sinesia menerapkan proses peer review untuk menilai kualitas akademik dan substansi ilmiah naskah.
Reviewer wajib:
-
menjaga kerahasiaan naskah;
-
memberikan penilaian yang objektif, profesional, dan konstruktif;
-
menunjukkan sumber relevan yang belum disitasi apabila diperlukan;
-
mengungkapkan konflik kepentingan;
-
tidak menggunakan informasi yang diperoleh dari naskah yang belum diterbitkan untuk kepentingan pribadi atau profesional;
-
memberitahukan Editor apabila menemukan indikasi plagiarisme, publikasi duplikat, atau pelanggaran etika; dan
-
menyelesaikan review dalam waktu yang ditentukan atau menginformasikan kepada Editor apabila memerlukan tambahan waktu.
Reviewer tidak diperkenankan menghubungi penulis secara langsung mengenai naskah tanpa izin Editor.
10. TANGGUNG JAWAB EDITOR
Editor bertanggung jawab menjaga integritas akademik dan kualitas jurnal.
Editor wajib:
-
menilai naskah berdasarkan kualitas akademik, relevansi, orisinalitas, dan kontribusi ilmiah;
-
mengambil keputusan secara adil dan independen;
-
menjaga kerahasiaan naskah;
-
mengidentifikasi dan mengelola konflik kepentingan;
-
memastikan proses peer review yang sesuai;
-
melindungi informasi pribadi penulis dan reviewer;
-
melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran etika yang kredibel;
-
menyediakan mekanisme koreksi dan retraction apabila diperlukan; dan
-
tidak menggunakan informasi yang belum dipublikasikan untuk kepentingan pribadi.
Editor tidak boleh melakukan diskriminasi berdasarkan kewarganegaraan, gender, agama, etnis, institusi, status akademik, atau karakteristik lain yang tidak relevan dengan kualitas ilmiah naskah.
11. INDEPENDENSI EDITORIAL
Keputusan editorial didasarkan pada:
-
kualitas akademik;
-
orisinalitas;
-
relevansi;
-
metodologi;
-
integritas penelitian;
-
kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal; dan
-
kepatuhan terhadap etika publikasi.
Keputusan editorial tidak boleh dipengaruhi oleh:
-
kepentingan komersial;
-
iklan;
-
sponsor;
-
hubungan pribadi;
-
tekanan institusional;
-
pertimbangan politik; atau
-
kepentingan finansial.
Penerbit tidak melakukan intervensi terhadap keputusan editorial individual.
12. PENGAWASAN ETIKA PENELITIAN
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa penelitian mematuhi ketentuan etika dan hukum yang berlaku.
Untuk penelitian yang melibatkan manusia, data pribadi, komunitas, masyarakat adat, kelompok rentan, atau subjek yang sensitif secara etis, penulis wajib memberikan informasi mengenai persetujuan etik apabila diperlukan.
Jika relevan, artikel harus mencantumkan:
-
informasi persetujuan etik;
-
persetujuan partisipan (informed consent);
-
persetujuan publikasi;
-
perlindungan data pribadi;
-
langkah menjaga kerahasiaan; dan
-
perlindungan terhadap kelompok rentan.
Jurnal dapat meminta bukti persetujuan etik atau informed consent apabila diperlukan.
13. KETERSEDIAAN DATA DAN INTEGRITAS PENELITIAN
Penulis didorong untuk memberikan informasi metodologis dan informasi terkait data secara memadai sehingga penelitian dapat dinilai dan, apabila memungkinkan, direplikasi.
Penulis dilarang:
-
membuat data yang tidak pernah diperoleh;
-
memalsukan data;
-
memanipulasi data secara tidak tepat;
-
menyembunyikan data secara sengaja untuk menyesatkan pembaca; atau
-
menyajikan hasil secara menyesatkan.
Apabila data tidak dapat dibagikan karena alasan kerahasiaan, privasi, hukum, etika, atau kebijakan institusi, penulis harus memberikan penjelasan yang memadai.
14. KEBIJAKAN KOREKSI (CORRECTION POLICY)
Sinesia bertanggung jawab menjaga keakuratan rekam ilmiah.
Apabila ditemukan kesalahan setelah publikasi, jurnal akan melakukan penilaian terhadap tingkat dan dampak kesalahan tersebut.
Kesalahan minor
Kesalahan yang tidak memengaruhi secara substansial hasil, interpretasi, atau kesimpulan artikel dapat diperbaiki melalui pemberitahuan koreksi atau perubahan editorial yang sesuai.
Kesalahan substansial
Kesalahan yang secara material memengaruhi interpretasi, keandalan, atau kesimpulan artikel dapat memerlukan:
-
koreksi formal;
-
Expression of Concern; atau
-
Retraction,
bergantung pada sifat dan tingkat kesalahan.
Koreksi akan dihubungkan dengan artikel asli dan diberi identifikasi yang jelas agar perubahan pada rekam ilmiah dapat ditelusuri.
15. KEBIJAKAN RETRACTION
Artikel dapat ditarik kembali (retracted) apabila terdapat bukti kuat bahwa artikel tersebut tidak dapat diandalkan atau terdapat pelanggaran etika atau malpraktik publikasi yang serius.
Alasan retraction dapat mencakup:
-
fabrikasi atau falsifikasi;
-
plagiarisme substansial;
-
publikasi duplikat;
-
kesalahan data atau metodologi yang menyebabkan hasil tidak dapat diandalkan;
-
kepengarangan yang tidak benar atau manipulatif;
-
penelitian yang tidak memenuhi standar etika;
-
manipulasi proses peer review;
-
konflik kepentingan yang tidak diungkapkan dan secara material memengaruhi integritas artikel; atau
-
pelanggaran serius terhadap etika publikasi lainnya.
Retraction tidak berarti bahwa artikel secara otomatis dihapus dari rekam ilmiah.
Artikel yang diretract pada prinsipnya tetap tersedia dalam arsip jurnal dengan penandaan yang jelas sebagai:
RETRACTED / DITARIK KEMBALI
serta disertai retraction notice yang menjelaskan alasan dilakukannya retraction.
16. EXPRESSION OF CONCERN
Apabila terdapat dugaan yang kredibel mengenai keandalan atau integritas artikel yang telah diterbitkan tetapi proses investigasi belum selesai, jurnal dapat menerbitkan Expression of Concern.
Expression of Concern digunakan untuk memberikan informasi kepada pembaca bahwa terdapat persoalan yang sedang diperiksa.
Setelah investigasi selesai, jurnal dapat menerbitkan:
-
koreksi;
-
retraction; atau
-
pemberitahuan editorial lain yang sesuai.
17. PENGADUAN DAN BANDING
Penulis dapat mengajukan banding terhadap keputusan editorial apabila terdapat alasan substantif yang menunjukkan adanya:
-
kesalahan prosedural;
-
kesalahpahaman material terhadap isi naskah;
-
konflik kepentingan reviewer;
-
pertimbangan yang tidak relevan; atau
-
persoalan lain yang secara signifikan dapat memengaruhi keputusan editorial.
Banding harus:
-
disampaikan secara tertulis kepada Editor;
-
menjelaskan dasar banding secara jelas;
-
menyertakan bukti atau informasi yang relevan; dan
-
disampaikan dalam waktu yang wajar setelah keputusan editorial diterima.
Banding akan ditinjau oleh Editor-in-Chief atau editor independen yang tidak terlibat dalam keputusan awal.
Proses banding tidak menjamin bahwa keputusan awal akan diubah.
Pengaduan mengenai perilaku editorial, proses peer review, etika publikasi, atau pengelolaan jurnal dapat disampaikan melalui kanal kontak resmi jurnal.
18. DISKUSI PASCAPUBLIKASI
Sinesia membuka ruang bagi diskusi akademik yang bertanggung jawab mengenai artikel yang telah diterbitkan.
Pembaca dapat menghubungi jurnal untuk menyampaikan:
-
kesalahan substansial;
-
persoalan metodologis;
-
dugaan pelanggaran etika;
-
persoalan integritas data; atau
-
masalah lain yang dapat memengaruhi keandalan artikel.
Jurnal akan menilai setiap laporan yang kredibel dan, apabila diperlukan, melakukan investigasi serta menerbitkan koreksi, Expression of Concern, atau retraction.
19. HAK CIPTA DAN KEKAYAAN INTELEKTUAL
Penulis bertanggung jawab memastikan bahwa materi yang diserahkan tidak melanggar hak cipta, hak kekayaan intelektual, hak privasi, atau hak hukum pihak lain.
Penulis wajib memperoleh izin yang sesuai untuk penggunaan materi berhak cipta apabila diperlukan.
Seluruh sumber dan kontribusi intelektual pihak lain harus diberikan pengakuan dan sitasi yang sesuai.
20. KEBIJAKAN GENERATIVE AI DAN TEKNOLOGI BERBASIS AI
Sinesia mengakui penggunaan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam komunikasi ilmiah.
Penulis dapat menggunakan AI atau teknologi berbasis AI untuk tujuan terbatas seperti:
-
pemeriksaan tata bahasa;
-
penyuntingan bahasa;
-
bantuan penerjemahan; atau
-
bantuan editorial lainnya yang sesuai.
Namun, penggunaan AI tidak mengalihkan tanggung jawab penulis terhadap:
-
keakuratan informasi;
-
orisinalitas;
-
integritas penelitian;
-
sitasi;
-
perlindungan data;
-
kerahasiaan; dan
-
kepatuhan terhadap etika publikasi.
AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau co-author.
Penggunaan AI secara substantif dalam proses penelitian atau penulisan harus diungkapkan sesuai ketentuan jurnal.
Reviewer dan editor tidak diperkenankan memasukkan naskah yang bersifat rahasia atau belum dipublikasikan ke dalam sistem AI eksternal apabila tindakan tersebut dapat membahayakan kerahasiaan atau hak kekayaan intelektual.
Tanggung jawab akhir terhadap isi artikel tetap berada pada penulis manusia dan proses editorial jurnal.
21. ETIKA SITASI
Penulis wajib menggunakan sitasi yang relevan dan tepat.
Sinesia tidak memperbolehkan manipulasi sitasi, termasuk:
-
sitasi terhadap karya sendiri yang tidak memiliki relevansi akademik;
-
sitasi artikel jurnal secara tidak wajar untuk meningkatkan metrik sitasi jurnal;
-
coercive citation;
-
sitasi berlebihan terhadap penulis, editor, jurnal, atau institusi tertentu tanpa alasan akademik yang dapat dibenarkan.
Setiap sitasi harus memiliki relevansi dengan argumen, metode, hasil, atau konteks akademik artikel.
22. MANIPULASI PEER REVIEW
Sinesia menganggap manipulasi proses peer review sebagai pelanggaran serius terhadap integritas publikasi.
Hal tersebut dapat mencakup:
-
penggunaan identitas reviewer palsu;
-
pembuatan akun reviewer secara tidak sah;
-
laporan reviewer palsu atau yang dimanipulasi;
-
intervensi terhadap proses pemilihan reviewer; dan
-
upaya memengaruhi keputusan editorial secara tidak semestinya.
Apabila ditemukan manipulasi peer review, jurnal dapat:
-
menolak naskah;
-
menghentikan proses editorial;
-
melakukan investigasi;
-
menarik artikel yang telah diterbitkan; atau
-
mengambil tindakan lain yang sesuai.
23. KERAHASIAAN DAN PRIVASI
Jurnal menjaga kerahasiaan:
-
naskah;
-
identitas dan laporan reviewer;
-
korespondensi editorial;
-
informasi penulis; dan
-
informasi lain yang diperoleh selama proses editorial.
Informasi dari naskah yang belum diterbitkan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi atau profesional tanpa izin yang sesuai.
Data pribadi yang diperoleh melalui sistem jurnal akan dikelola sesuai dengan kebijakan privasi jurnal dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
24. PENANGANAN MASALAH ETIKA SETELAH PUBLIKASI
Dugaan pelanggaran etika dapat dilaporkan kapan saja, termasuk setelah artikel diterbitkan.
Setelah menerima laporan yang kredibel, jurnal dapat:
-
melakukan penilaian awal;
-
meminta klarifikasi atau bukti;
-
menghubungi penulis;
-
menghubungi institusi penulis apabila diperlukan;
-
meminta pendapat ahli independen;
-
menerbitkan Expression of Concern;
-
menerbitkan koreksi; atau
-
melakukan retraction.
Tindakan yang diambil bergantung pada sifat, tingkat keparahan, dan bukti yang tersedia.
Jurnal berupaya memastikan bahwa setiap investigasi dilakukan secara adil, rahasia, proporsional, dan konsisten dengan praktik etika publikasi yang diakui secara internasional.
25. TANGGUNG JAWAB PENERBIT
Penerbit mendukung Editor dan Editorial Board dalam menjaga etika publikasi dan integritas penelitian.
Penerbit memberikan dukungan yang diperlukan untuk:
-
investigasi dugaan pelanggaran etika;
-
proses koreksi dan retraction;
-
pemeliharaan rekam ilmiah;
-
pengembangan dan pemutakhiran kebijakan jurnal;
-
perlindungan independensi editorial; dan
-
penerapan praktik terbaik dalam etika publikasi.
Penerbit tidak menentukan keputusan akademik terhadap naskah individual.
26. KEPATUHAN TERHADAP STANDAR ETIKA PUBLIKASI INTERNASIONAL
Sinesia: Journal of Community Service menerapkan prinsip-prinsip etika publikasi yang diakui secara internasional dan secara berkala meninjau kebijakannya untuk memastikan kesesuaian dengan perkembangan praktik terbaik dalam penerbitan ilmiah.
Jurnal mengacu pada pedoman dan praktik yang relevan dari organisasi publikasi ilmiah internasional, termasuk:
Committee on Publication Ethics (COPE)
Jurnal mengacu khususnya pada COPE Core Practices sebagai salah satu rujukan dalam pengelolaan etika publikasi dan integritas penelitian.
COPE Core Practices:
https://publicationethics.org/core-practices
27. TINDAKAN EDITORIAL DAN SANKSI
Berdasarkan sifat dan tingkat pelanggaran, jurnal dapat mengambil satu atau lebih tindakan berikut:
-
meminta klarifikasi;
-
meminta perbaikan;
-
menolak naskah;
-
menghentikan proses review atau publikasi;
-
menerbitkan koreksi;
-
menerbitkan Expression of Concern;
-
melakukan retraction;
-
memberitahukan institusi penulis;
-
membatasi pengajuan naskah berikutnya apabila terdapat dasar yang memadai; atau
-
mengambil tindakan lain yang sesuai dengan prinsip etika publikasi.
Setiap tindakan editorial harus dilakukan secara proporsional dan berdasarkan bukti yang tersedia.
28. KOMITMEN TERHADAP INTEGRITAS ILMIAH
Sinesia berkomitmen menjaga keandalan dan integritas rekam ilmiah.
Seluruh pihak yang terlibat dalam proses publikasi—termasuk penulis, reviewer, editor, anggota Editorial Board, dan penerbit—memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga integritas komunikasi ilmiah.
Sinesia akan terus memperbarui kebijakan, prosedur, dan mekanisme pengawasan etika publikasi sesuai dengan perkembangan standar internasional dan praktik terbaik dalam penerbitan ilmiah.
Pembaruan kebijakan: 2026
Sinesia: Journal of Community Service
Sisi Indonesia Research and Community Service Foundation (SINESIA)