Puja Mandala sebagai Manifestasi Toleransi dan Pluralisme: Perspektif Teologi dan Sosial di Bali
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini mengeksplorasi konsep Puja Mandala sebagai simbol keharmonisan agama di Bali, Indonesia, di mana beragam agama hidup berdampingan. Studi ini menyoroti pentingnya Puja Mandala, yang mencakup lima tempat ibadah yang berbeda dalam satu area, sebagai manifestasi multikulturalisme dan pluralisme. Analisis ini menggunakan indikator keharmonisan agama, seperti toleransi, kesetaraan, dan kolaborasi, untuk menilai dinamika dalam Puja Mandala. Penelitian ini merujuk kerangka kerja yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Indonesia pada tahun 2017, yang memberikan dasar teoritis untuk memahami koeksistensi berbagai kelompok agama di Bali. Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh ideologi radikal dan potensi konflik antara kelompok mayoritas dan minoritas, Penelitian ini menganalisis kerangka teori tentang keharmonisan agama di Bali, yang mencerminkan keberagaman kelompok agama yang ada, seperti yang tergambar dalam Puja Mandala. Berdasarkan studi pustaka, penelitian ini membahas bagaimana masyarakat Bali berhasil mempertahankan koeksistensi damai meskipun menghadapi tantangan dari ideologi radikal dan kekuatan pemecah belah. Selain itu, penelitian ini mengakui ancaman berkelanjutan terhadap toleransi, termasuk sikap apatis dan dominasi kelompok tertentu atas yang lain, yang dapat menyebabkan fragmentasi sosial. Namun, ia berpendapat bahwa Puja Mandala berfungsi sebagai mercusuar harapan, menggambarkan bahwa dengan komitmen terhadap toleransi dan pemahaman, masyarakat dapat mengatasi tantangan ini dan mempertahankan harmoni. Sebagai kesimpulan, Puja Mandala bukan hanya situs keagamaan tetapi simbol vital keharmonisan antaragama di Bali. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kerja sama, yang penting untuk menjaga perdamaian dalam masyarakat yang beragam.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Alifia, N. P., & Jusuf, W. S. (2023). Puja Mandala, Simbol Kerukunan Umat Beragama di Pulau Bali. Antara_Kantor Berita Indonesia. https://www.antaranews.com/berita/3445500/puja-mandala-simbol-kerukunan-umat-beragama-di-pulau-bali#:~:text=Berdasarkan Indeks Kerukunan Umat Beragama,secara nyata di Puja Mandala.
Fenn, R., & Geertz, C. (1974). The Interpretation of Cultures. Journal for the Scientific Study of Religion, 13(2). https://doi.org/10.2307/1384392
Geertz, C. (1973). Thick Description: Toward an Interpretive Theory of Culture. In The Interpretation of Cultures: Selected Essays (1973). In Basic Books, Inc.
I Wayan Muka. (2020). Toleransi Dalam Keberagaman Umat Beragama Di Bali, Studi Tempat Ibadah Terpadu Puja Mandala Nusa Dua. Prosiding Seminar Nasional Moderasi Beragama STHD Klaten.
Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). (2014). 2014 Annual Report Laporan Tahunan 2014.
KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA. (2019). Seberapa Rukun Masyarakat Indonesia?Temuan Indeks Kerukunan Umat Beragama 2017-2019. 2018.
Kompas.com. (2012). Puja Mandala, Cermin Keharmonisan Pluralisme Bali. Kompas.Com. https://nasional.kompas.com/read/2012/11/26/09274935/Puja.Mandala.Cermin.Keharmonisan.Pluralisme.Bali?page=1.
Krishna, I. bagus W. (2020). Kajian Multikulturalisme: Ide-Ide Imajiner Dalam Pembangunan Puja Mandala. Jurnal SYAHN MPU Kuturan Singaraja, 3(2).
Lembaga Alkitab, I. (2019). Alkitab.
Pals, D. L. (1996). Seven Theories of Religion. Oxford University Press.
Proyek Peningkatan Kerukunan Hidup Umat Beragama. (1997). Bingkai Teologi Kerukunan Hidup Umat Beragama di Indonesia. Departemen Agama R.I., Badan Penelitian dan Pengembangan Agama, Proyek Peningkatan Kerukunan Hidup Umat Beragama. https://books.google.co.id/books?id=Wuk2NQAACAAJ
Putra, C. D., Firmanto, A. D., & Aluwesia, N. W. (2022). Konsili Vatikan ii Serta Dampaknya Pada Karya Kongregasi Misi Provinsi Indonesia. JPAK: Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 23(1), 85–98. https://doi.org/10.34150/jpak.v22i2.349
Rachmawati. (2021). Puja Mandala, Pesan Toleransi dari Pulau Bali.
Rumah123. (n.d.). Mengenal Puja Mandala, Destinasi Wisata Religi yang Unik di Bali Sejarah Puja Mandala. Rumah 123. Retrieved November 17, 2025, from https://www.rumah123.com/explore/kab-badung/puja-mandala-bali/
Sabda, T. (n.d.). DOKUMEN-DOKUMEN KONSILI VATIKAN II. Terang Sabda.Com. Retrieved November 17, 2025, from https://www.terang-sabda.com/p/dokumen-dokumen-konsili-vatikan-ii.html
Sangha Theravada Indonesia. (2005). Dhammapada. In ペインクリニック学会治療指針2. Yayasan Sangha Theravâda Indonesia.
Syifa Arrahmah. (2025). Di Puja Mandala Bali Tempat Ibadah 5 Agama Dibangun Tanpa Sekat, Hanya Miliki Satu Halaman. NU Online.
Tadisa Paramita, B. Y. (n.d.). Prajna Paramita Hrdaya Sutra (Sutra Hati). Sangha Mahayana Buddhis International.
Tantular, M. (1984). Sutasoma (Terjemahan oleh I Gusti Bagus Sugriwa). Proyek Bantuan Lembaga Pendidikan Agama Hindu.
Team DhammaCitta Press. (2009). DIGHA NIKAYA Khotbah-khotbah Panjang Sang Buddha. In M. Walshe (Ed.), Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 15, Issue 2). Dhamma Citta Press.
Tim Pengkaji dan Penerjemah Pustaka Suci Veda. (2021). Bagavad Gita. In Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI. http://gitabase.com/ind/BG/4/11
Tim Wacana Buddha. (2023). Kerukunan Umat Beragama dalam Agama Buddha. Kementrian Agama Replubik Indonesia. https://kemenag.go.id/buddha/kerukunan-umat-beragama-dalam-agama-buddha-dG539
Vihara Budha Guna Bali. (1997). Sejarah Vihara Buddha Guna Bali. https://www.viharabuddhagunabali.com/
Waruwu, D., & Pramono, J. (2019). Utilization of the Mandala Public Area As a Tolerance Model in Bali Province. Jurnal Civicus, 19(2), 1–7.
Yakin, A. U. (2022). Islam Praksis: Keberislaman yang Aqli, Naqli, dan Tarikhi. IRCiSoD.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. (n.d.). Sanubari Teduh : Sepuluh Paramita. Tzuchi.or.Id. Retrieved November 17, 2025, from https://www.tzuchi.or.id/ruang-master/sanubari-teduh/sanubari-teduh-sepuluh-paramita/63#:~:text=Enam Paramita yaitu dana%2C sila,Paramita berarti “Menyeberang”.