Analisis Uji Beda Rata-Rata Curah Hujan Tahunan Di Stasiun Aseman Dan Sumerta Pada Das Tukad Mati

Isi Artikel Utama

Tiara Dwi Desfinta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan rata-rata curah hujan tahunan di Stasiun Aseman dan Stasiun Sumerta yang berada di dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Mati. Perbandingan ini krusial untuk menentukan sejauh mana data dari kedua stasiun tersebut dapat digunakan secara komparatif dan konsisten dalam perencanaan hidrologi wilayah, seperti evaluasi ketersediaan air atau perhitungan debit banjir. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan data curah hujan tahunan selama 10 tahun terakhir (2014-2023). Analisis Statistik dilakukan menggunakan program perangkat lunak SPSS (Statiscal Package for the Social Science). Langkah awal analisis adalah Uji Normalitas Shapiro-Wilk, yang menunjukkan bahwa data curah hujan rata-rata tahunan pada kedua stasiun berdistribusi normal (Stasiun Aseman Sig.=0.220; Stasiun Sumerta Sig.=0.578). Karena asumsi normalitas terpenuhi, analisis dilanjutkan menggunakan uji statsitik parametik yaitu Paired Samples T-Test. Secara statistic, rata-rata curah hujan stasiun Aseman ialah 1.77530 mm, sementara Stasiun Sumerta ialah 1.5674 mm. Hasil dari Paired Samples T-Test menunjukkan nilai Signifikansi (Sig.2-tailed) sebesar 0.005. Karena nilai 0.005 lebih kecil dari 0.05. Penelitian ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan rata-rata curah hujan tahunan yang signifikan secara statistik antara stasiun Aseman dan statsiun Sumerta di DAS Tukad Mati.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Desfinta, T. D. (2026). Analisis Uji Beda Rata-Rata Curah Hujan Tahunan Di Stasiun Aseman Dan Sumerta Pada Das Tukad Mati. Tech : Journal of Engineering Science, 2(1), 17–28. https://doi.org/10.69836/tech.v2i1.698
Bagian
Articles

Referensi

Ananta, M. I., Limantara, L. M., & Fidari, J. S. (2024). Analisa curah hujan rancangan di daerah aliran sungai bendungan manikin Kabupaten Kupang. Jurnal Teknik Sipil, 13(1), 11.

Andiyani, et al. (2020). Penentuan tingkat bahaya erosi di wilayah DAS Bedadung Kabupaten Jember. Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem, 8(1).

Andriawan, A. (2021). Kajian hidrologi pada sistem pengendalian banjir. Jurnal Teknik Sipil: Rancang Bangun, 7(1), 35–41.

Asdak, C. (2010). Hidrologi dan pengelolaan daerah aliran sungai. Gadjah Mada University Press.

Ghasemi, A., & Zahediasl, S. (2012). Normality tests for statistical analysis: A guide for nonstatisticians. International Journal of Endocrinology and Metabolism, 10(2), 486.

Gunasti, A., et al. (2023). Analisis perbandingan data curah hujan dalam tiga bulan di beberapa stasiun Kabupaten Jember. Metana, 8(2), 43–47.

Harmani, E., & Soemantoro, M. (2017). Kolam retensi sebagai alternatif pengendali banjir. Jurnal Teknik Sipil Unitomo, 1(1), 71-80.

Kodoatie, R. J., & Sugiyanto. (2002). Banjir: Penyebab dan metode pengendaliannya dalam perspektif lingkungan. Andi Offset.

Kurniawan, B., Ruhiat, Y., & Septiyanto, R. F. (2022). Penerapan metode thiessen polygon untuk mendeteksi sebaran curah hujan di Kabupaten Tangerang. Jurnal.untirta, 2(1), 122–130.

Santoso, A. B., Supriana, T., & Girsang, M. A. (2022). Pengaruh curah hujan pada produksi padi gogo di Indonesia. JIIPI, 27(4), 606–613.

Sudarta, et al. (2021). Studi perbandingan karakteristik data klimatologi dan geofisika (BMKG) Aceh. Jurnal Teknik Sipil Unaya, 7(1).

Susilowati, & Sadad, I. (2018). Analisa karakteristik curah hujan di Kota Bandar Lampung. Konstruksia, 15–26.

Syahputra, I. (2015). Kajian hidrologi dan analisa kapasitas tampang Sungai Krueng Langsa berbasis HEC-HMS dan HEC-RAS. Jurnal Teknik Sipil Unaya, 1(1), 15-2

Wiraruhiat, D. (2022). Implementasi distribusi peluang gumbel untuk analisis data curah hujan rencana. Jurnal Inovasi dan Terapan Teknik Sipil, 7(1), 213–224.