Sound Governance: Optimalisasi Implementasi Program Tsunami Ready Community di Pemerintahan Daerah
Isi Artikel Utama
Abstrak
Indonesia merupakan salah satu negara yang paling rentan terhadap bencana tsunami di dunia, mengingat posisinya di sepanjang Cincin Api Pasifik dan Zona Subduksi Samudra Hindia. Program Komunitas Siap Tsunami (TRC) yang dikembangkan oleh Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO merupakan standar global yang diakui untuk membangun kesiapsiagaan tsunami berbasis komunitas. Namun implementasi TRC di pemerintahan daerah Indonesia menghadapi berbagai tantangan, meliputi keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran, lemahnya koordinasi antarinstansi, rendahnya kesadaran masyarakat, serta belum diterapkannya prinsip-prinsip sound governance dalam kebijakan penanggulangan bencana. Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan implementasi TRC dan merancang kerangka optimalisasi berbasis sound governance bagi pemerintahan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka sistematis yang bersumber dari artikel jurnal nasional dan internasional, regulasi pemerintah, serta laporan resmi dari BMKG, BNPB, dan UNESCO-IOC. Hasil menunjukkan bahwa implementasi KKR di pemerintahan daerah Indonesia masih bersifat parsial dan terfragmentasi, dengan ketidaksesuaian yang signifikan dalam desain kelembagaan, partisipasi masyarakat, dan keinginan kebijakan. Tata kelola yang baik yang transparansi, akuntabilitas, partisipasi, kepastian hukum, keadilan, efektivitas, dan efisiensi menawarkan kerangka komprehensif untuk mengatasi kesenjangan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan pembentukan forum koordinasi TRC formal di tingkat daerah, integrasi indikator TRC ke dalam RPJMD, alokasi anggaran kesiapsiagaan bencana yang wajib, serta program edukasi berbasis komunitas yang melampaui simulasi seremonial.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Arifin, H., Bakkara, A., & Hidayat, D. (2020). Kearifan lokal dalam kesiapsiagaan tsunami: Studi komunitas pesisir Aceh pascabencana 2004. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 16(2), 88–101.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2023). Laporan tahunan program Tsunami Ready Community Indonesia 2022–2023. BMKG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2025). Katalog tsunami Indonesia per wilayah tahun 416–2025. BMKG.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2022). Dokumen kajian risiko bencana nasional 2020–2024. BNPB.
BNPB. (2024a). Data Bencana Indonesia 2024. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
BNPB. (2024b). Indeks Risiko Bencana Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Creswell, J. W. (2015). Desain penelitian: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan metode campuran (edisi ke-4). SAGE Publications.
Djalante, R. (2018). Tinjauan literatur sistematis tentang tren penelitian dan kepengarangan mengenai bahaya alam, bencana, pengurangan risiko, dan perubahan iklim di Indonesia. Natural Hazards and Earth System Sciences, 18(6), 1785–1810.
Djalante, R., Holley, C., & Thomalla, F. (2012). Adaptive governance dan mengelola ketahanan terhadap bencana alam. International Journal of Disaster Risk Science, 3(1), 1–14. https://doi.org/10.1007/s13753-012-0001-3
Fahlevi, H. (2020). Bab III anggaran penanggulangan bencana di Indonesia: Praktik, dinamika dan tantangan. Dalam Bunga Rampai Akuntansi Publik: Isu Kontemporer Akuntansi Publik (hlm. 39).
Farazmand, A. (2004). Sound governance: Policy and administrative innovations. Praeger.
Farazmand, A. (2009). Building administrative capacity for the age of rapid globalization: A modest prescription for the twenty-first century. Public Administration Review, 69(6), 1007–1020. https://doi.org/10.1111/j.1540-6210.2009.02075.x
Farazmand, A. (2017). Governance reforms: The good, the bad, and the ugly; and the sound: Examining the past and exploring the future of public organizations. Public Organization Review, 17(3), 321–333
Hidayati, D. (2020). Tantangan tata kelola bencana di Indonesia: Antara regulasi dan implementasi. Jurnal Penanggulangan Bencana, 11(1), 1–14.
Kwanchai, P., Anawat, S., & Fumihiko, I. (2018). Systematic evaluation of different infrastructure systems for tsunami defense in Sendai City. Journal Global, 8(5), 173.
Lambert, S. J., & Scott, J. C. (2019). International disaster risk reduction strategies and Indigenous Peoples. The International Indigenous Policy Journal, 10(2). https://doi.org/10.18584/iipj.2019.10.2.2
Løvholt, F., Kühn, D., Bungum, H., Harbitz, C. B., & Glimsdal, S. (2019). Historical tsunamis and present-day hazard in the eastern Mediterranean and Black Sea. Natural Hazards and Earth System Sciences, 19(10), 2219–2240. https://doi.org/10.5194/nhess-19-2219-2019
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nugroho, R. (2019). Kebijakan publik di Indonesia: Filosofi, analisis, dan proses. Pustaka Pelajar.
Pakoksung, K., Suppasri, A., & Imamura, F. (2019). Evaluasi sistematis berbagai sistem infrastruktur untuk pertahanan tsunami di Kota Sendai. Geosciences, 9(4), 1–26. https://doi.org/10.3390/geosciences9040196
Presiden Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta.
Presiden Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Jakarta.
Presiden Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta.
Sagala, S., Okada, N., & Paton, D. (2013). Faktor-faktor prediktor niat untuk mempersiapkan diri menghadapi risiko vulkanik di Merapi, Indonesia. Pacific Rim Psychology Journal, 7(2), 71–84. https://doi.org/10.1017/prp.2013.8
Suwaryo, P. A. W., Rahma, D. G., Waladani, B., & Safaroni, A. (2021). Community preparedness to reduce risk disaster of tsunami. Babali Nursing Research, 2(1), 40–48. https://doi.org/10.37363/bnr.2021.2146
Syafitri, Y., Bahtiar, & Didik, L. A. (2018). Analisis pergeseran lempeng bumi yang meningkatkan potensi terjadinya gempa bumi di Pulau Lombok. Konstan: Jurnal Fisika dan Pendidikan Fisika, 3(2), 139–146.
Syamsidik, Oktari, R. S., Nugroho, A. E., Fahmi, M., Suppasri, A., Munadi, K., & Amra, R. (2021). Fifteen years of the 2004 Indian Ocean Tsunami in Aceh-Indonesia: Mitigation, preparedness and challenges for a long-term disaster recovery process. International Journal of Disaster Risk Reduction, 54, 102052. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2021.102052
Tiernan, A., Drennan, L., Nalau, J., Onyango, E., Morrissey, L., & Thomalla, F. (2019). Review of themes in disaster resilience literature and international practice since 2012. Policy Design and Practice, 2(1), 53–74. https://doi.org/10.1080/25741292.2018.1507240
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
UNESCO-IOC. (2021). Tsunami ready community: Pedoman dan program pengakuan. Komisi Oseanografi Antarpemerintah UNESCO. Seri Teknis IOC, 155.
UNESCO-IOC. (2022). Sistem Peringatan dan Mitigasi Tsunami Samudra Hindia: Laporan Tahunan 2021. UNESCO-IOC.
Yuniarta, H., Saputra, A., & Gomez, J. M. A. (2021). Tata kelola risiko bencana yang memburuk di lingkungan multi-bahaya: Studi kasus di Indonesia. Progress in Disaster Science, 9, 100–115