Redefinisi Fakir–Miskin dan Zakat Produktif sebagai Instrumen Pemberdayaan Ekonomi di Indonesia

Isi Artikel Utama

Mukhammad Khabibullah Idris

Abstrak

Kemiskinan merupakan persoalan multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan ekonomi, tetapi juga mencakup keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan partisipasi sosial. Dalam konteks pengelolaan zakat, penetapan kategori fakir dan miskin menjadi aspek fundamental guna memastikan distribusi zakat yang tepat sasaran dan berkeadilan. Namun, definisi klasik fakir dan miskin yang dirumuskan oleh fuqaha sering kali belum sepenuhnya memadai ketika dihadapkan pada realitas kemiskinan modern yang bersifat struktural dan kompleks. Permasalahan utama penelitian ini adalah bagaimana merumuskan redefinisi fakir dan miskin yang lebih operasional serta bagaimana legalitas dan relevansi zakat produktif dalam kerangka ushul fiqh dan fiqh taqnin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif melalui kajian literatur fikih klasik, teori maqāṣid al-syarī‘ah, regulasi zakat di Indonesia, serta temuan empiris kontemporer terkait kemiskinan dan zakat produktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa redefinisi fakir dan miskin yang mengintegrasikan konsep fikih klasik, maqāṣid al-syarī‘ah, serta indikator modern seperti Multidimensional Poverty Index (MPI) dan garis kemiskinan mampu menghasilkan identifikasi mustahik yang lebih akurat dan kontekstual. Selain itu, zakat produktif terbukti berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi mustahik, meskipun masih memerlukan penguatan regulatif pada tingkat perundang-undangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan integratif antara fikih klasik dan indikator kemiskinan modern dapat memperkuat efektivitas zakat sebagai instrumen keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Oleh karena itu, disarankan adanya pembaruan regulasi zakat dan peningkatan sinergi antara lembaga zakat dan kebijakan negara dalam pengentasan kemiskinan.

Rincian Artikel

Bagian
Articles
Biografi Penulis

Mukhammad Khabibullah Idris, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Mukhammad Khabibulloh Idris, lahir di Banjarnegara pada tanggal 19 Oktober 1998. Saya merupakan anak pertama dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Hukum semester 2. Saya berharap dengan menempuh pendidikan di sini, saya dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan saya sehingga mampu menjadi seorang profesional di bidang hukum.

Referensi

Al-Aṣfahani, R. (2009). Al-Mufradāt fī Gharīb al-Qur’ān. Beirut: Dār al-Ma‘rifah.

Al-Kāsānī, A. B. (2000). Badā’i‘ al-Ṣanā’i‘ fī Tartīb al-Syarā’i‘ (Vol. 2). Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Al-Marāghī, A. M. (2006). Tafsīr al-Marāghī (Vol. 2). Cairo: Maktabah al-Bābī al-Ḥalabī.

Al-Nawawī, Y. (1995). Al-Majmū‘ Sharḥ al-Muhadhdhab (Vol. 6). Beirut: Dār al-Fikr.

Al-Qarḍāwī, Y. (2011). Fiqh al-Zakāh. Beirut: Muassasah al-Risālah.

Al-Siba‘ī, M. (1998). Al-Sunnah wa Makānatuhā fī al-Tasyrī‘ al-Islāmī. Amman: Dār al-Warrāq.

Al-Ṭabarī, A. J. (2001). Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān (Vol. 10). Beirut: Dār al-Fikr.

Arbi, M., Yusuf, M., & Aksara, P. D. (2023). The effectiveness of zakat distribution during the Covid-19 pandemic. Aqtishod: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 5(2), 65–79.

https://doi.org/10.29040/jiei.v7i3.3586

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought.

Az-Zuḥailī, W. (2010). Fiqh al-Islām wa Adillatuhu (Vols. 3–4). Damascus: Dār al-Fikr.

Badan Pusat Statistik. (2022). Profil kemiskinan di Indonesia Maret 2022. Jakarta: BPS.

Faizah, N. (2022). Optimalisasi pengelolaan zakat produktif dalam pemberdayaan ekonomi mustahik di Jawa Tengah. Jurnal Ekonomi Syariah, 10(2), 145–160.

https://doi.org/10.47700/jiefes.v3i2.4774

Hairunnas, N. (2020). Redefinisi fakir dan miskin dalam perspektif kontemporer. Jurnal Syariah, 28(2), 145–160.

https://doi.org/10.30595/jhes.v2i1.4458

Huda, N. R., Ali, M., & Mubarak, H. (2021). Zakat as an instrument of poverty alleviation: Evidence from household welfare improvement. International Journal of Islamic Economics and Finance Studies, 7(2), 45–63.

https://doi.org/10.18488/journal.65.2021.72.45.63

Muslim, I. (n.d.). Ṣaḥīḥ Muslim. Riyadh: Dār al-Salām.

Muafif, I., & Anwar, S. (2023). Efektivitas zakat produktif terhadap perkembangan UMKM mustahik di Surabaya. El-Mal: Jurnal Ekonomi & Bisnis Islam, 4(1), 145–158.

https://doi.org/10.47467/elmal.v4i1.2023

Purnamasari, W., Hidayat, R., & Samudera, A. (2024). Productive zakat and empowerment of micro-scale entrepreneurs: A case study in West Java. Indonesian Journal of Islamic Economics Research, 6(1), 22–35.

https://doi.org/10.21098/ijier.v6i1.1856

Rahmawati, S., & Fitria, T. N. (2019). The effectiveness of productive zakat distribution in improving mustahik family income. Journal of Islamic Economic Studies, 27(3), 301–320.

https://doi.org/10.1108/JIES-07-2019-0032

Ramadhan, M. A., Syaifudin, M., & Rois, A. (2023). Dampak zakat produktif terhadap peningkatan pendapatan mustahik di Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 13(2), 97–112.

https://doi.org/10.21927/jesi.2023.13(2).97-112

Rida, M. R. (1999). Tafsīr al-Manār (Vol. 15). Cairo: Dār al-Manār.

Salsabila, L., Prasetyo, D., & Alim, M. (2025). The role of zakat in strengthening food security and reducing poverty in Indonesia. Journal of Islamic Public Policy, 4(1), 55–73.

https://doi.org/10.24198/jipp.v4i1.2025

Zuchroh, A. (2022). Zakat produktif sebagai instrumen kebijakan publik untuk pengentasan kemiskinan. Jurnal Bimas Islam, 15(2), 245–267.

https://doi.org/10.37302/jbi.v15i2.617