Hilangnya Jaminan Fidusia dalam Perjanjian Kredit dan Konsekuensi Hukumnya
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pencabutan jaminan fidusia akan berlaku apabila objek jaminan fidusia dalam perjanjian kredit tersebut musnah atau hilang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implikasi hukum dari hilangnya jaminan fidusia dalam perjanjian kredit dengan mempertimbangkan posisi kreditur dalam skenario tersebut. Permasalahan yang diangkat, dikaji, dan diklarifikasi dalam penelitian ini difokuskan pada penerapan aturan atau norma hukum positif karena menggunakan metodologi penelitian normatif. Bahan hukum primer, sekunder, dan tersier digunakan dalam metode permasalahan, yang menggabungkan pendekatan hukum dan konseptual. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konsekuensi hukum dari pengaturan kerugian jaminan fidusia tidak membebaskan debitur dari kewajiban membayar angsuran kredit yang belum lunas kepada kreditur. Berdasarkan temuan penelitian, jaminan fidusia dalam perjanjian kredit sangat penting untuk memberikan perlindungan hukum kepada kreditur karena debitur merupakan objek jaminan. Artinya, apabila debitur gagal memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian kredit dengan jaminan fidusia, guna memastikan kepentingan kreditor dilindungi oleh hukum, saat berupaya mencapai penyelesaian, kreditor dapat berupaya melakukan penyitaan eksekutorial atas aset debitur.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Akbarina, Farida, Shohib Muslim, Ikhsan Setiawan, and Rizqi Khoirunnisa. “Fiduciary: Financing Guarantees and Ownership in the Business.” Journal of Progressive Law and Legal Studies 2, no. 03 (2024): 254–64. https://doi.org/10.59653/jplls.v2i03.1122.
Anak Agung Sri Nari Ratih Pradnyawathi, Made, Subawa. “Akibat Hukum Atas Musnahnya Objek Jaminan Fidusia Yang Tidak Diasuransikan Terhadap Kreditur.” Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia 10, no. 4 (2025): 3703–11. https://doi.org/Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia.
Ardini, Aida, and Jamalum Sinambela. “Penyelundupan Hukum Oleh Bank Melalui Klausul Cross Collateral Dan Cross Default Terhadap Perjanjian Kredit.” Iblam Law Review 3, no. 2 (2023): 342–52. https://doi.org/10.52249/ilr.v3i2.324.
Asmaniar, Asmaniar, and Fiter Jonson Sitorus. “Pendaftaran Objek Fidusia Sebagai Jaminan Utang.” Justice Voice 1, no. 1 (2022): 11–21. https://doi.org/10.37893/jv.v1i1.32.
Budiman, Marsandy Calvin, Nirwan Junus, Program Studi Hukum, Fakultas Hukum, and Universitas Negeri Gorontalo. “Implikasi Hukum Dalam Transfer Jaminan Fidusia Tanpa Persetujuan Penerima Fidusia ‘ Legal Implications In Transferring Fiduciary Collateral Without The Consent Of The Fiduciary Receiver .’” Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum Dan Politik 2, no. 2 (2024): 1–16. https://doi.org/https://doi.org/10.59581/doktrin.v2i2.2633.
Dinata, Ari Wirya. “Lembaga Jaminan Fidusia: Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019.” Nagari Law Review 3, no. 2 (2020): 84. https://doi.org/10.25077/nalrev.v.3.i.2.p.84-99.2020.
Faaza, Naufal Muhammad, and Abdullah Kelib. “Akibat Hukum Atas Hilangnya Jaminan Fidusia Dalam Hukum Positif Dan Hukum Islam.” Notarius 16, no. 1 (2023): 571–86. https://doi.org/10.14710/nts.v16i1.37880.
Faisal, Fedhli. “Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Oleh Kreditor Separatis Dalam Perkara Kepailitan.” Collegium Studiosum Journal 7, no. 2 (2024): 327–38. https://doi.org/https://doi.org/10.56301/csj.v7i2.
H.S, Salim. Perkembangan Hukum Kontrak Innominaat Di Indonesia. Cet. 3. Jakarta: Sinar Grafika, 2005. https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=533662.
Hanum, Fadillah, and Ayu Trisna Dewi. “Perlindungan Hukum Terhadap Pemberi Fidusia Dalam Pelaksanaan Eksekusi Jaminan Fidusia Kendaraan Bermotor Roda Empat (Studi Di BCA Multifinance Ringroad Medan).” Law Jurnal 3, no. 1 (2022): 27–41. https://doi.org/10.46576/lj.v3i1.2295.
Hariawan, Ardian Yoan Reno, Aisyah Fashonia, Ach Made Anthony Sanjaya, and Maulidatul Hasanah. “Hak Dan Kewajiban Dalam Jaminan Resi Gudang: Kajian Terhadap Aspek Kepastian Hukum Dan Risiko Bagi Kreditur.” Hukum Inovatif: Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora 2, no. 2 (2025): 88–135. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/humif.v2i2.1492.
Ilvira, Muhsin Lambok, Fitri Yani, Tonna Balya, and Revita Sari. “Akibat Hukum Terhadap Objek Jaminan Fidusia Yang Digadaikan Pada Pihak Ketiga.” Lex Justitia 5, no. 1 (2023): 74–84. https://doi.org/10.22303/lj.5.1.2023.74-84.
Jaudah, Tsuroyyaa Maitsaa, and Puji Sulistyaningsih. “Konsekuensi Atas Penghapusan Jaminan Fidusia Yang Tidak Dilakukan.” Media of Law and Sharia 5, no. 3 (2024): 282–92. https://doi.org/https://doi.org/10.18196/mls.v5i4.148.
Leode, Roosdiana Marthina, Roy Marthen Moonti, and Ibrahim Ahmad. “Perlindungan Hukum Terhadap Debitur Yang Wanprestasi Terhadap Penarikan Objek Kredit Tanpa Persetujuan Debitur.” TERANG : Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 2, no. 2 (2025): 188–202. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/terang.v2i2.1086.
M Ardiansyah Lubis, and Mhd. Yadi Harahap. “Perlindungan Hukum Terhadap Kreditur Sebagai Pemegang Hak Jaminan Dalam Perkara Debitur Wanprestasi.” Jurnal Interpretasi Hukum 4, no. 2 (2023): 337–43. https://doi.org/10.22225/juinhum.4.2.7834.337-343.
Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Edisi revi. Jakarta: Kencana, 2019.
Murtadho, Nazhif Ali. “Perlindungan Hukum Terhadap Kreditor Preferen Dalam Pemberesan Proses Kepailitan.” Journal of Contemporary Law Studies 2, no. 3 (2024): 207–26. file:///C:/Users/User/Downloads/2.+2499+CE-1.pdf.
Nain, Romlatust, Fadhilah Atika Suri, Pradita Putri Rachmawati, and Aldi Indra Setiawan. “Model Alternatif Pelaksanaan Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 2/Puu-Xix/2021.” Gorontalo Law Review 5, no. 1 (2022): 288–99. https://doi.org/https://doi.org/10.32662/golrev.v5i1.
Ni Made Yunika Andrini, I Nyoman Putu Budiartha, and Putu Ayu Sriasih Wesna. “Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Dalam Hal Debitur Wanprestasi Atas Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Fidusia Yang Tidak Didaftarkan (Studi Di PT. Bank Perkreditan Rakyat Mertha Sedana Sempidi-Badung).” Jurnal Konstruksi Hukum 4, no. 3 (2023): 313–20. https://doi.org/10.22225/jkh.4.3.8052.313-320.
Nugroho, Satrio, Siti Malikhatun, Badriyah Program, and Studi Magister Kenotariatan. “Tinjauan Yuridis Perjanjian Kredit Perbankan Dengan Nasabah Pelaku Usaha Mikro Kecil Dan Menengah.” Notarius 17, no. 1 (2024): 327–40. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/nts.v17i1.26817.
Oktaviani, Nur Gita. “Pelaksanaan Perjanjian Dengan Jaminan Fidusia Di Kota Jambi.” Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis. 5, no. 4 (2024): 1–24. https://doi.org/10.56370/jhlg.v5i4.788.
Presiden Republik Indonesia. “Undang-Undang No 42/1999 Tentang Jaminan Fidusia.” Jdih, no. 1 (1999): 1–5. file:///C:/Users/User/Downloads/UU Nomor 42 Tahun 1999.pdf.
R. Subekti, R. Tjitrosudibio. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata = Burgerlijk Wtboek. Jakarta: Universitas Indonesia, 2009.
Sihaan, Ade Yuliani, and Aida Nur Hasanah. “Peran Notaris Sebagai Pembuat Akta Otentik Dalam Proses Pembuktian Di Pengadilan.” Al-Usrah : Jurnal Al Ahwal As Syakhsiyah 11, no. 1 (2023): 23–37. https://doi.org/10.30821/al-usrah.v11i1.16650.
Simaela, Semuel Willem, Jenny Kristiana Matuankotta, and Sarah Selfina Kuahaty. “Perlindungan Hukum Terhadap Hak Kepemilikan Objek Jaminan Fidusia Yang Telah Dialihkan Tanpa Sepengetahuan Kreditur.” TATOHI: Jurnal Ilmu Hukum 3, no. 2 (2023): 140. https://doi.org/10.47268/tatohi.v3i2.1559.
Sirait, Manaon Damianus, Johannes Ibrahim Kosasih, and Desak Gde Dwi Arini. “Asas Itikad Baik Dalam Perjanjian Sewa-Menyewa Rumah Kantor.” Jurnal Analogi Hukum 2, no. 2 (2020): 221–27. https://doi.org/10.22225/ah.2.2.1934.221-227.
Siregar, Dahris. Hukum Jaminan. Edited by Aly Rasyid. Cetakan Pe. Medan: PT Dewangga Energi Internasional, 2025.
Siregar, Pascal Raja Ilham, I Made Kanthika, Markoni, and Achmad Edi Subiyanto. “Legal Protection of Creditors Against Letters of Undertaking as Additional Agreements.” International Journal of Science and Society 6, no. 1 (2024): 678–94. https://doi.org/https://doi.org/10.54783/ijsoc.v6i1.
Subekti, R. Aneka Perjanjian. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2014.
———. Jaminan-Jaminan Untuk Pemberian Kredit Menurut Hukum Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti, 1996.
Suparji. Jaminan Kebendaan Dalam Pembiayaan. Edited by Aris Machmud. Cetakan I. Jakarta: UAI Press, 2021. https://repository.uai.ac.id/wp-content/uploads/2022/01/Jaminan-Kebendaan_Dr-Suparji.pdf.
Supianto, Supianto, and Nanang Tri Budiman. “Pendaftaran Jaminan Fidusia Sebagai Pemenuhan Asas Publisitas.” Ijlil 1, no. 3 (2021): 216–35. https://doi.org/10.35719/ijl.v1i3.84.
Undang-Undang RI. “Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Perbankan (UU No.10 Pasal 1 Tahun 1998),” 1998. file:///C:/Users/User/Downloads/UU Nomor 10 Tahun 1998.pdf.
Usmaina, Siti Putri Nera, and Rani Apriani. “Perlindungan Hukum Bagi Pihak Kreditur Dalam Perjanjian Jaminan Fidusia.” Wajah Hukum 6, no. 1 (2022): 98. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.33087/wjh.v6i1.
Wilianita, Ani, Yuniar Rahmatiar, and Muhamad Abas. “Akibat Hukum Jaminan Fidusia Yang Tidak Didaftarkan Secara Elektronik (Online) Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik 4, no. 6 (2024): 2799–2811. https://doi.org/https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i6.
Zulfikar, Reza. “Perlindungan Hukum Pemegang Jaminan Fidusia Atas Dirampasnya Objek Jaminan Dalam Perkara Korupsi.” Jurnal Hukum Ius Quia Iustum 29, no. 1 (2022): 47–67. https://doi.org/10.20885/iustum.vol29.iss1.art3.