Assessment of Rural Community Knowledge and Attitudes Toward Rational Antibiotic Use in Kampung Baru Hamlet, Seko District Penilaian Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Pedesaan terhadap Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Dusun Kampung Baru, Kecamatan Seko
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penggunaan antibiotik yang rasional sangat penting untuk mencegah dan mengobati infeksi secara efektif serta menghindari dampak negatif seperti resistensi, peningkatan efek samping, dan biaya pengobatan yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat Dusun Kampung Baru, Kecamatan Seko, mengenai penggunaan antibiotik yang rasional. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 100 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat termasuk kategori baik sebesar 7%, cukup 20%, dan kurang 73%. Sikap terhadap penggunaan antibiotik yang benar berada pada kategori baik sebesar 7%, cukup 10%, dan kurang 83%. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap penggunaan antibiotik dengan nilai signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan dan sikap yang memadai mengenai penggunaan antibiotik, sehingga diperlukan edukasi kesehatan yang lebih intensif untuk meningkatkan praktik penggunaan antibiotik yang rasional.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Dwike, S. S. M., Made, P. A., Wahyuni, W. U., and Putu, D. D. N. “Tingkat Pengetahuan Tentang Penggunaan Antibiotik di Wilayah Denpasar Barat.” Journal Pharmactive 2, no. 1 (2023): 17–23.
Suherman, H., and Febrina, D. “Tingkat Pengetahuan Pasien tentang Swamedikasi Obat.” Viva Medika 2 (2018): 82–93.
BPOM RI. Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI). Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, 2008.
Departemen Kesehatan RI. Materi Pelatihan Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Memilih Obat Bagi Tenaga Kesehatan. Jakarta: Direktorat Bina Penggunaan Obat Rasional, 2008.
Restiyono, Ady. Analisis Faktor yang Berpengaruh dalam Swamedikasi Antibiotik pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Kajen Kabupaten Pekalongan. Thesis, Universitas Diponegoro, 2016.
Barr, H., Ford, J., Gray, R., Helme, M., Hutchings, M., and Low, H. Interprofessional Education Guidelines. 2019. http://www.abeffarmacia.com.br/wpcontent/uploads/sits/777Guidelines-2.pdf.
Baroroh, H. N., et al. “Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Edukasi Tentang Penggunaan Antibiotik Bijak dan Rasional.” ad-Dawaa’ Journal of Pharmaceutical Sciences 1, no. 1 (2018): 8–15.
Dirga, A., et al. “Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Bangsal.” Jurnal Kefarmasian Indonesia 11, no. 1 (2021): 65–75.
Hamdani, S., Nuari, D. A., and Rahayu, T. “The Relationship Between Knowledge, Attitudes and Behavior of Universitas Garut Students on Antibiotic Use.” Jurnal Ilmiah Farmako Bahari 12, no. 2 (2021): 132–140.
Ihsan, S., Kartina, and Akib, N. I. “Studi Penggunaan Antibiotik Non Resep di Apotek Komunitas Kota Kendari.” Media Farmasi 13, no. 2 (2016): 272–284.
World Health Organization. “Antibiotic Resistance: Global Report on Surveillance.” WHO Publications, 2015.
Olesen, S. W., Barnett, M. L., and MacFadden, D. R. “The Distribution of Antibiotic Use and Its Association with Antibiotic Resistance.” eLife 7 (2018). https://doi.org/10.7554/eLife.39435.
Laxminarayan, R., et al. “Antibiotic Resistance—The Need for Global Solutions.” The Lancet Infectious Diseases (2020).Ventola, C. L. “The Antibiotic Resistance Crisis: Part 1—Causes and Threats.” Pharmacy and Therapeutics 40, no. 4 (2015): 277–283.
Ayukekbong, J. A., Ntemgwa, M., and Atabe, A. N. “The Threat of Antimicrobial Resistance in Developing Countries.” Annals of Medicine and Health Sciences Research 7, no. 1 (2017): 1–7.
Kotwani, A., and Holloway, K. “Antibiotic Use in the Community: A Survey in New Delhi.” Journal of Family Medicine and Primary Care 1, no. 2 (2012): 124–128.