Politik Hukum Penganggaran Dosen dalam Kerangka Hak Konstitusional atas Kebebasan Akademik
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini mengkaji konfigurasi politik penganggaran pendidikan tinggi di Indonesia dan implikasinya terhadap kebebasan akademik. Meskipun konstitusi telah menetapkan alokasi 20% dari APBN untuk pendidikan, proporsi yang diarahkan secara spesifik bagi pendidikan tinggi, terutama untuk peningkatan kesejahteraan dosen, mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan komparatif, penelitian ini menganalisis bagaimana kebijakan anggaran negara mencerminkan prinsip keadilan dan negara hukum. Kajian ini berlandaskan teori kebebasan akademik Bertrand Russell, konsep negara hukum (Rechtsstaat) Friedrich Julius Stahl, dan teori keadilan distributif John Rawls. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kesejahteraan dosen telah melemahkan fondasi material bagi independensi akademik, sehingga kebebasan berpikir ilmiah di perguruan tinggi menjadi terbatas. Penguatan kesejahteraan dosen melalui distribusi anggaran yang adil menjadi prasyarat penting bagi terwujudnya cita-cita konstitusional negara hukum demokratis yang berkeadilan sosial berdasarkan Pancasila.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Ahyani, Hisam, Naelul Azmi, Sérgio António Neves Lousada, Miftakhul Huda, and Agus Yosep Abduloh. “Legal Protection for Private Lecturers: Addressing Sub-Minimum Wage Challenges in West Java.” Jurnal Media Hukum 32, no. 1 (2025): 21–39. https://doi.org/10.18196/jmh.v32i1.23436.
Ardiansyah, Andika Wicaksana. “Mandatory Spending Dalam Konstitusi Indonesia: Tinjauan Yuridis Dan Kaitannya Dengan Keuangan Negara.” In Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia Tahun 2023, 153–67. Prosiding PITNAS 2023, 2024. https://ejournal.iwi.or.id/ojs/index.php/prosiding/issue/view/20.
Citrawan, Harison, Firna Novi Anggoro, Herlambang P. Wiratraman, Majda El Muhtaj, A.A.A Nanda Saraswati, Fiqh Vredian Aulia Ali, Manunggal K. Wardaya, and Muktiono. HAM: Politik, Hukum Dan Agama Di Indonesia. Edited by Al Khanif and Manunggal K. Wardaya. Sepaham Indonesia, 2019. https://repository.unej.ac.id/bitstream/handle/123456789/102957/F. H_Buku_Al Khanif_Hak Asasi Manusia-Politik Hukum dan Agama.pdf?sequence=1&isAllowed=y.
Follesdal, Andreas. “John Rawls’ Theory of Justice as Fairness.” In Philosophy of Justice, edited by Guttorm Floistad, 311–328. Contemporary Philosophy. Cham: Springer, 2014. PluriCourts Research Paper No. 14-18. Accessed October 16, 2014. https://ssrn.com/abstract=2510715.
Irvene, Andrew. “Bertrand Russel and Academic Freedom.” Russell: The Journal of Bertrand Russell Studies 16, no. 1 (1996). https://doi.org/10.15173/russell.v16i1.1890.
Juanda. “Anomali Anggaran Pendidikan Dalam Pengaturan Dan Praktek.” Dharmasisya 1, no. 2 (2021): 817–30. https://scholarhub.ui.ac.id/dharmasisya/vol1/iss2/18.
Koesmawardhani, Nograhany Widhi. “Lagi, Prabowo Sebut Anggaran Pendidikan Tertinggi Sepanjang Sejarah RI, Berapa?” Detikedu, 12 Juni 2025. https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7961145/lagi-prabowo-sebut-anggaran-pendidikan-tertinggi-sepanjang-sejarah-ri-berapa. Diakses pada 19 Oktober 2025.
Lie, Sherley. “Perkembangan Konsep Negara Hukum dalam Perspektif Ketatanegaraan.” Journal of Accounting Law Communication and Technology 2, no. 1 (2024): 357–65. https://doi.org/10.57235/jalakotek.v2i1.4561.
Lubis, Raka B. “Porsi Anggaran Pendidikan Indonesia Jadi Salah Satu Yang Tertinggi Di Kawasan.” Good Stats, 28 Desember 2023. https://goodstats.id/article/porsi-anggaran-pendidikan-indonesia-jadi-salah-satu-yang-tertinggi-di-kawasan-Nr6e9. Diakses pada 19 Oktober 2025.
Muhammad, Sonny, Ikhsan Mangkuwinata, and Aswita Nova. “Models of Financing in Education.” Journal Informatic, Education and Management (JIEM) 7, no. 2 (2025): 473–78. https://doi.org/10.61992/jiem.v7i2.158.
Muljo, Hery Harjono, Aries Wicaksono, and Ignatius Edward Riantono. “Optimalisasi Penerapan Prinsip Good Governance Bidang Akademik dalam Upaya Mewujudkan Good University Governance.” Binus Business Review 5, no. 1 (May 30, 2014): 91–100. https://doi.org/10.21512/bbr.v5i1.1199.
Muntoha. “Demokrasi dan Negara Hukum.” Ius Quia Iustum 16, no. 3 (2009): 379–95. https://doi.org/10.20885/iustum.vol16.iss3.art4.
———. Negara Hukum Indonesia Pasca Perubahan UUD 1945. Pertama. Yogyakarta: Kaukaba, 2013.
Nugroho, Tri Haryo. “Perbandingan Gaji Dosen di Indonesia dan Negara-Negara ASEAN Tahun 2025.” Politeknik Negeri Nunukan, 19 Januari 2025. https://pnn.ac.id/perbandingan-gaji-dosen-di-indonesia-dan-negara-negara-asean-tahun-2025/. Diakses pada 19 Oktober 2025.
OECD. Education Policy Outlook 2024: Reshaping Teaching into a Thriving Profession from ABCs to AI. Oecd. OECD Publishing, 2024. https://doi.org/10.1787/dd5140e4-en.
Sommaliagustina, Desi. “Upah Dosen dan Masa Depan Pendidikan Tinggi.” Serikat Pekerja Kampus, 27 Juni 2025. https://spk.or.id/post/view/upah-dosen-dan-masa-depan-pendidikan-tinggi.
Stahl, F J. The Doctrine of State and the Principles of State Law. 4th ed. Philosophy of Law. Wordbridge Publishing, 2009. https://books.google.co.id/books?id=qCUiDubYtvcC.
Sulistiobudi, Rezki Ashriyana, Anissa Lestari Kadiyono, and Megawati Batubara. “Menemukan Kesejahteraan Psikologis dibalik Profesi Dosen : Psychological Contract Sebagai Salah Satu Prediktor Tercapainya Psychological Well Being Pada Dosen.” Humanitas 14, no. 2 (2017): 120–38. https://doi.org/10.26555/humanitas.v14i2.6042.
Sulistyowati, Arini, and Imam Muazansyah. “Pengaruh Beban Kerja dan Kesejahteraan Dosen Terhadap Kepuasan Kerja dan Burnout.” JPAP: Jurnal Penelitian Administrasi Publik 4, no. 1 (March 29, 2018): 914–19. https://doi.org/10.30996/jpap.v4i1.1273.
Triningsih, Anna. “Politik Hukum Pendidikan Nasional: Analisis Politik Hukum dalam Masa Reformasi.” Jurnal Konstitusi 14, no. 2 (2017): 332–50. https://doi.org/10.31078/jk1425.
Wahyuningsih, Sri, Mohd. Sobri Minai, and Jauriyah Shamsuddin. “Public Service Management Based on Higher Education in the Context of Lecturer Career Development.” Jurnal Manajemen Pelayanan Publik 8, no. 2 (2024): 537–54. https://doi.org/10.24198/jmpp.v8i2.52255.
Widarthi, Yelly, and Thia Jasmina. “A How LOCAL Governance on Educational Budget Affects Access to Junior Secondary Education in Indonesia.” Jurnal Ekonomi Dan Statistik Indonesia 5, no. 2 (2025): 286–301. https://doi.org/10.11594/jesi.05.02.05.
Wiratrama, Herlambang Perdana, and Satria Unggul Wicaksana Prakarsa. “Dua Dekade Kebebasan Akademik di Indonesia: Tantangan di Tengah Menguatnya Otoritarianisme Dalam Model Barunya.” Jurnal HAM 15, no. 2 (2024): 143–58. http://dx.doi.org/10.30641/ham.2024.15.143-158
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Indonesia, Pemerintah Pusat, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301. Jakarta: Sekretariat Negara.
Indonesia, Pemerintah Pusat, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586. Jakarta: Sekretariat Negara.
Indonesia, Pemerintah Pusat, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336. Jakarta: Sekretariat Negara.
Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Dosen dan Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi, Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 558. Jakarta: Peraturan.bpk.go.id.